Ingin Belajar dari Sumut, Pj Gubernur Papua Pegunungan Temui Edy Rahmayadi

174

MEDAN ketikberita.com | Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menerima kunjungan Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut merupakan provinsi pertama yang dijadikan tujuan studi banding provinsi yang baru dibentuk itu.

“Tujuan kami melakukan studi banding dengan kawan-kawan di Provinsi Sumut, karena banyak yang hal perlu kami pelajari, karena kami ini provinsi baru dan perlu studi banding dengan Sumut,” kata Nikolaus usai kunjungan di Kantor Gubernur, Lantai 10, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (28/4).

Studi banding tersebut nantinya, menurut Nikolaus, akan menjadi pedoman atau dasar bagi Pemprov Papua Pegunungan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Terutama dalam hal melayani masyarakat.

Diungkapkan juga, Sumut menjadi provinsi pertama yang dijadikan tujuan studi banding, karena Sumut dan Papua memiliki hubungan emosional yang sangat erat. Sehingga Pemprov Sumut dan Papua Pegunungan diharapkan dapat saling bersinergi atau membantu.

“Orang Papua dan Sumut itu tidak beda jauh karakternya, sehingga ada hubungan emosional dan bisa saling membantu dan mendukung, provinsi lain memang akan kita datangi, tapi Sumut menjadi tempat pertama yang kita datangi,” ujar Nikolaus.

Sementara itu, Edy Rahmayadi menyambut baik kunjungan Pj Gubernur Papua Pegunungan itu. Edy mempersilakan dan mendukung studi banding yang dilakukan provinsi yang baru dibentuk itu.

Menurut Edy, nanti seiring berjalannya waktu, berbagai kerja sama antardaerah bisa dilakukan. “Berbagai Kerja sama nanti bisa kita lakukan, kita pelajari lagi mana yang bisa dikerjasamakan, apalagi masing-masing provinsi ini punya potensi-potensi yang bisa dikembangkan,” katanya.

Edy juga menitipkan rakyat-rakyat Sumut yang ada di Provinsi Papua Pegunungan pada Pj Gubernur Nikolaus Kondomo. Dikatakan Edy, ada masyarakat Sumut yang hidup dan tinggal di Papua Pegunungan. “Saya titip rakyat saya yang ada di sana ya,” kata Edy, yang masih memakai noken yang diberikan Nikolaus.

Sementara Edy memakai noken, Pj Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo saat itu menggunakan tanjak Melayu dan kain songket. Sebelum berpisah, keduanya pun saling bertukar cendera mata. (er)

 

 

Artikulli paraprakSatgas TNI Berhasil Evakuasi 110 WNI Di Sudan
Artikulli tjetërPPDB SMK/SMA Negeri Sumut Digelar Mei 2023, Daya Tampung 158.591 Siswa