Setelah Enam Tahun Buron, Mantan Sekda Ditangkap Tim Intelijen Kejatisu

0
678
Ket foto : Mantan Sekda Bupati Deli Serdang dan mantan Pj Bupati Serdang Bedagai saat digiring Tim Intelijen Kejatisu (foto,Abdul Halil)
Ket foto : Mantan Sekda Bupati Deli Serdang dan mantan Pj Bupati Serdang Bedagai saat digiring Tim Intelijen Kejatisu (foto,Abdul Halil)

MEDAN ketikberita.com | Chairullah, mantan Sekda Bupati Deliserdang dan mantan Pejabat Pelaksana (PJ) Bupati Serdang Bedagai hanya bisa pasrah diciduk Tim intelijen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut di rumah kediamannya di Jalan Kalisuren Perumahan Griya Kalisuren Blok A2 No.14, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang Bogor, setelah diboron selama enam tahun, Sabtu (25/8).

“Terpidana merupakan DPO (buronan) Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam Sumut sesuai surat permohonan Kajari Lubuk Pakam Nomor: B-1557/N.2.22/Dsp.1/04/2012 Tanggal 23 April 2012,” kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian di Kejati Sumut Sabtu (25/8) siang

Dikatakannya, Chairullah merupakan terpidana korupsi proyek bantuan pembinaan keamanan ketertiban Pemilu Tahun 2003 dan Bantuan Pembinaan Kemasyarakatan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2004 sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 2.145.000.000. Perbuatan itu dilakukan Chairullah saat menjabat Sekda Kabupaten Deli Serdang.

Selain itu Sumanggar menyebutkan tim intelijen yang dipimpim Asintel Kejati Sumut, Leo Simanjuntak menangkap Chairullah di kediamannya. Tim melakukan upaya persuasif dengan menyadarkan Chairullah dan keluarganya agar dengan kooperatif dapat melaksanakan putusan Mahkamah Agung.

“Pelaksanaan operasi intelijen pengamanan DPO berjalan dengan aman dan kooperatif baik oleh DPO maupun anak-anaknya (keluarga). Selanjutnya DPO dibawa langsung menuju Terminal 1B Bandara Soekarno Hatta dan tiba di Bandara Kualanamu Internasional, Deliserdang, Sumut, tadi pagi,” sebutnya

Selanjutnya, tim intelijen memboyong Chairulah dari Bandara Kualanamu ke Kantor Kejati Sumut untuk diproses administrasi. Tiba di Kantor Kejati Sumut, Chairullah yang merupakan penggagas berdirinya Kabupaten Serdang Bedagai ini, tampak mengenakan masker. Pria bertubuh tambun tersebut terpaksa dipapah dengan menggunakan kursi roda.

“Di Kejati Sumut, dia menjalani proses administrasi. Kemudian, tim intelijen menyerahkan buronan ini ke Kejari Deliserdang untuk dieksekusi ke LP Lubukpakam,” terang Sumanggar.

Lebih lanjut Sumanggar menjelaskan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2100 K/Pid.Sus/2009 Tanggal 21 Agustus 2010, Chairullah dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun, denda sebesar Rp 50 juta, subsidair 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp. 2.094.000.000 dan Subsidair 1 tahun penjara.

“Berdasarkan putusan MA ini, dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan sebagai perbuatan berlanjut dalam kasus tersebut. Namun, Chairullah melarikan diri hingga akhirnya ditetapkan sebagai buronan pada 2012,” pungkas Sumanggar.

Dalam kasus ini, Kejati Sumut juga telah menetapkan dua tersangka lainnya yaitu mantan Kepala Bagian Keuangan Burhanuddin Abdullah, dan mantan Kepala Sub Bagian Pimpro Penyaluran Dana Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah, Amirullah. Keduanya juga telah lebih dulu dilakukan penahanan.(Abdul Halil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here