Gerakan Generasi Pembuat Sejarah (History Makers)

288

TANAH KARO ketikberita.com | Sungguh sangat pekerjaan beresiko apa yang dilakukan Anes Ketaren (28) Putra asli Karo dari Desa Raya Berastagi Kecamatan Berastagi mendirikan comonitas History Maker dimana gerakan ini sudah berdiri sejak tahun 2019 bulan 02 dengan tanpa pamrih mengumpulkan dan menyediakan tempat tinggal para anak jalanan, pecandu narkoba dan keterbelakangan mental.

Awalnya gerakan ini bertempat di belakang RS Efarina lalu pindah kejalan Djamin Ginting Desa Rumah Berastagi persisnya di jalan lintas Berastagi – Kabanjahe.

Dan mulai bulan 11/2019 Gerakan Generasi Pembuat Sejarah (History Makers) membuka 2 rumah singgah lagi. Dimana daerah kabanjahe itu bertempat di jalan Jamin Ginting Gg.Juma Suki (Sumbul) yang di kordinatori Manase Guru Singa (23) dan daerah Berastagi bertempat di listrik atas berastagi dimana tempat Anes Ketaren tinggal juga.

Mulai dari bulan 02/2019 hingga 03/04/2020 sudah ratusan anak jalanan, pecandu narkoba dan keterbelakan mental yang di dampingi, dari berbagai daerah dan suku sekitar umur 10 sampai umur 40 tahun, sudah kerja, sekolah dan dipulangkan ke keluarga dan daerahnya masing masing.

Banyak orang menanyakan prihal dana operasional bagi kelangsungan hidup anak anak dampingan mengingat banyaknya yang harus ditanggung, kalau dana ataupun biaya hidup anak-anak dampingan ini berasal dari uang pribadi, adapun bantuan itu tidak terikat seperti Gereja GPDI Ora ET Labora memberi beras dan telur setiap bulanya, dan juga bapak Ipe bersama timnya juga aktif memberi beras.

Bahkan Anes Ketaren juga mengupayakan uang saku untuk pendidikan, makan dan kebutuhan sehari mereka dan memperjuangan anak dampingan agar bisa sekolah mulai dari SMP, SMA sampai ke perkuliahan diantaranya Ariansen, Mikael Sinaga, Efraim karo Karo yang saat ini kuliah di STT Mahanaem Bekasi. Dan Carlos Peranginangin, firma Tondi yang saat ini sedang pendidikan di Sekolah Alkitab Ora ET Labora kabanjahe.

Komunitas Generasi Pembuat Sejarah (History Maker) ini membina dan memberikan pemahaman ilmu Agama, yang beragama Islam di arahkan untuk ke Masjid begitu juga yang Kristen di arahkan untuk ke Gereja, namun khusus yang beragama Kristen Anes Ketaren sendiri membimbingnya. Memang tidak gampang namun Anes ketaren siap mati agar setiap orang bisa mengerti arti hidup yang sebenarnya.

Disamping itu Comonitas Generasi Pembuat Sejarah (History Makers) membuat kegiatan tambahan selain sekoalah, mereka juga terjun ke lorong-lorong, jalan-jalan, kampung- kampung untuk mencari teman teman yang menjadi korban narkoba, dan yang hidup dijalan dengan menyesuaikan keahlian masing masing ada yang sekolah, sosialisasi, beribadah, mengurus rumah, ladang, bekerja, dagang dan lainya untuk mendukung gerakan tersebut.

Gerakan comonitas ini baru pertama kali ada di Kabupaten Karo, dimana gerakan ini punya moto “KORBAN SEJARAH AKAN MEMBUAT SEJARAH” itulah sebabnya comonitas ini di juluki HISTORY MAKERS (PEMBUAT SEJARAH).

Comonitas punya visi akan terus mengembangkan sayap comonitasnya bukan hanya di Tanah Karo bahkan sampai ke ujung bumi. Dan dalam waktu dekat ini comonitas ini berencana akan membuat yayasan dan membangun rumah singgah gratis dimana ada seorang yang peduli nasib anak bangsa ibu Ester br Tarigan memberikan tanahnya yang bertempat Dilapangan Demerel jalan Gundaling Tambak Lau Mulgap I, Kabupaten Karo, Sumatera Utara akan di bangun rumah singgah bagi pecandu narkoba, anak jalan, penderita HIV-AIDS dan keterbelakangan mental.

Pekerjaan ini sangat mulia sekali, semoga melalui gerakan comonitas ini semakin banyak pecandu narkoba, HIV-AIDS, anak jalanan, dan keterbelangan mental akan tertolong.

Dan terlebih lebih lagi, akan membuka mata Pemerintah Kabupaten Tanah Karo, masyarakat, keluarga akan mendukung setiap orang yang sudah menjadi korban akan membuat sejarah yang baik, dikelurga, kota bangsa dan dunia ini. Bukan menolak dan mencelanya. Karena mereka juga layak mendapatkan kasih sayang dukungan dan perhatian pemerintah, masyarakat dan keluarga. (Anes ketaren).