Oknum PPK Di Duga Tilep Anggaran Milik TPS

44

SERANG (Banten) ketikberita.com | PPK Kecamatan Carenang sebagai Panitia Pelaksana Pemilihan Bupati Serang pada tahun 2020 pada tingkat Kecamatan, tidak sepi dari pemberitaan, karena ulah beberapa oknumnya yang tidak amanah dalam menjalankan tugasnya.

Sebelumnya ada dugaan uang Operasional 8 PPS di sunat, kali ini uang pulsa milik 73 TPS yang mereka gasak.

Asmu dan Aryani, dua ASN Kec Carenang yang ada dalam struktur PPK memberikan penjelasan kepada awak media terkait dugaan uang pulsa TPS yang tidak disalurkan.

Asmu dalam struktur PPK Kec Carenang menjabat sebagai Bendahara, Senin (15/02/2021), kepada awak media menyatakan, uang pulsa milik TPS terpakai untuk menutupi uang yang sebelumnya terpakai oleh PPK.

“Uangnya di pakai untuk menutupi uang yang sebelumnya terpakai, nanti ngobrolnya sama Pak Aryani saja,” terang Asmu.

Aryani, Kepala Sekretariat PPK, Senin (22/02/2021) menjelaskan kepada awak media soal uang pulsa milik TPS.

“Soal uang pulsa TPS itu sudah selesai, waktu hari Rabu 17 Februari 2021, semua Ketua PPS dikumpulkan dan menerima penjelasan dari kami (PPK-red),”katanya.

Ketika di singgung besaran nominal yang tidak sesuai, Aryani kembali mengatakan, semua PPS menerima dan mereka (PPS) nanti yang akan menjelaskannya ke TPS.

“Persoalan uang pulsa untuk TPS sudah selesai, sudah saya berikan ke PPS, sekarang tanggung jawabnya ada di PPS,”jelas Aryani.

Ketua PPS yang enggan disebutkan namanya, membenarkan telah terjadi pertemuan antara PPK dengan para Ketua PPS pada hari Rabu, 17 Februari 2021 di rumah makan lesehan sekitar Desa Pamanuk.

“Hadir pada pertemuan itu, Ketua PPK Carenang Sanuji, Bendahara PPK Asmu dan Kepala Sekretariat PPK Aryani, dan kami para ketua PPS dari 8 Desa,”jelasnya.

“Kami (PPS) berkumpul atas undangan PPK, disitu masing-masing PPS diberi 600 ribu yang katanya untuk uang pulsa TPS, padahal setiap PPS jumlah TPSnya tidak sama, “ungkapnya.

“Saat itu kami terima saja, cuma masalahnya bagaimana harus menjelaskannya ke bawah (TPS), apalagi nilainya sangat tidak sesuai,”tuturnya.

“Dari pada menjadi penyakit, uang yang 600 ribu akan saya kembalikan ke PPK, karena yang saya tau dari berita media online bahwa uang pulsa per TPS itu 200 ribu, kalau jumlah TPSnya 10 berarti uang pulsanya 2 juta, tapi yang terjadi semua dipukul rata 600 ribu,”keluhnya.

“Kami juga keberatan, jika persoalan uang pulsa ini menjadi tanggung jawab PPS,” pungkasnya. (tim/red)