Nihil Kasus Covid-19 Saat KCW Dibuka, Bukti Bobby Mampu Percepat Pemulihan Ekonomi Medan

29

MEDAN ketikberita.com | Dengan dibukanya kembali Kesawan City Walk (KCW), Jumat (19/11) malam lalu, menjadi salah satu bukti Wali Kota Medan Bobby Nasution terus berupaya mempercepat pemulihan ekonomi Kota Medan yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Hal itu sejalan dengan penanganan virus Corona yang terus masif dilakukan orang nomor satu di Pemko Medan tersebut. Dengan demikian Covid-19 dapat diatasi, ekonomi pun bangkit dan pulih kembali.

Meski dibuka di tengah kondisi pandemi, namun kehadiran kembali KCW tidak memengaruhi bertambahnya jumlah kasus positif terkonfirmasi Covid-19 di ibukota Provinsi Sumut. Bahkan, angka kasus terkonfirmasi positif juga nihil alias nol kasus pasca dua hari pembukaan KCW. Hal ini membuktikan bahwa pembukaan kembali KCW berjalan lancar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

Apalagi Bobby Nasution telah me-warning, bagi seluruh pengunjung yang akan memasuki area KCW diwajibkan sudah vaksin dan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Untuk itu di setiap pintu masuk KCW yang dibuka setiap akhir pekan tersebut, telah dijaga petugas dan mereka akan melakukan pemeriksaan dengan ketat.

“Untuk memasuki area KCW, pengunjung harus benar-benar dicek. Jika menunjukkan tanda hijau setelah scan melalui aplikasi PeduliLindungi baru diperbolehkan masuk. Kalau merah atau belum divaksin, tidak boleh masuk,” tegas Bobby Nasution saat pembukaan Pekan Kuliner Kondang (PKK) UMKM sekaligus KCW beberapa hari lalu

Bahkan, meski area KCW bisa menampung hingga 3.500 mulai dari Jalan Ahmad Yani hingga Gedung Warenhuis, namun menantu Presiden RI Joko Widodo ini membatasinya. Jumlah pengunjung yang diperkenankan hanya 2.000 orang saja. Selain mencegah terjadinya kerumunan, juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat saat menikmati aneka kuliner yang dijajakan oleh para pelaku UMKM Kota Medan tersebut.

“Prokes harus kita jaga untuk mencegah dan mengendalikan penyebaran Covid-19. Namun, perekenomian Kota Medan juga harus berjalan, khususnya sektor UMKM. Selain percepatan pemulihan ekonomi, upaya ini kita lakukan sebagai bentuk dukungan kepada pelaku UMKM agar mereka dapat naik kelas,” pungkas suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu tersebut.

Pembukaan kembali KCW sebagai upaya percepatan pemulihan ekonomi dan tidak memengaruhi bertambahnya jumlah kasus Covid-19 dan bahkan nihil kasus ini, mendapat sambutan baik berbagai pihak, termasuk dari dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) Wahyu Ario Pratomo. Sebab, Wahyu mengaku KCW merupakan program yang baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Medan pada masa pandemi dan setelah nanti masa pandemi Covid-19 berakhir.

“Saat ini perekonomian masyarakat sangat terdampak pandemi Covid-19, khususnya bagi pelaku UMKM sektor kuliner. Untuk itu, KCW menjadi program Pemko Medan dalam upaya memulihkan kembali perekonomian, khususnya kuliner . Sebab, kuliner merupakan salah satu jenis wisata yang sangat populer di Kota Medan. Selain meningkatkan kembali perekonomian pelaku UMKM Kuliner, pembukaan KCW tentunya juga berdampak terhadap peningkatan kunjungan wisata ke Kota Medan yang dikenal dengan wisata kulinernya,” ujar Wahyu ketika dihubungi Rabu, (24/11).

Diungkapkan Wahyu, KCW dapat berdampak besar bagi perekonomian Kota Medan apabila pengelolaannya dilakukan dengan baik dan mendapat respon yang besar dari masyarakat. Apalagi, imbuhnya, masyarakat Kota Medan dikenal dengan keragaman kulinernya dan pola konsumsi masyarakat untuk makanan cukup tinggi sehingga menjadi potensi penggerak perekonomian Kota Medan di masa pandemi Covid-19.

“Tentunya perlu disiapkan sarana prasarana pendukung yang memadai. Misalnya, kawasan kuliner yang bersih dan nyaman tidak ada gangguan di saat masyarakat menikmati makanannya, termasuk pengamen maupun pengemis yang berseliweran. Kemudian, Pemko Medan dapat memfasilitasi pertunjukkan para seniman yang benar-benar memiliki ketrampilan seni cukup baik sehingga atraksi mreka dapat menghibur para pengunjung,” ungkapnya .

Di samping itu, imbuh Wahyu, penataan kawasan Kota Lama Kesawan yang menjadi tempat penyelenggaraan KCW perlu terus dibenahi agar masyarakat merasa senang berada di destinasi wisata baru di Kota Medan tersebut. Terlebih, Pemko Medan pasti telah mempelajari pengembangan Kota Tua Jakarta dan Semarang dan menyiapkan strategi untuk pengembangan kawasan Kota Tua di Kota Medan tersebut. Dukungan masyarakat setempat, ungkapnya, juga sangat perlu dilakukan agar daerah tersebut dapat menjadi destinasi wisata yang berkembang.

Wahyu mengungkapkan, salah satu tantangan dibukanya KCW adalah terjadi kerumunan orang. Namun, jika yang berkeruman adalah orang-orang sehat, tentunya tidak ada masalah. Dia mencontohkan di Eropa, orang ramai menonton event olah raga karena memang semua yang menonton sehat sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap peningkatan kasus baru Covid-19.

“Hanya saja Tim Satgas Covid atau pengawas yang bertugas di KCW harus benar-benar melakukan tugasnya dengan baik untuk memastikan semua aturan yang telah ditetapkan dipatuhi. Bila teledor, maka akan berdampak tidak baik bagi pelaksanaan KCW. Padahal, KCW merupakan awal pengembangan UMKM kuliner di Kota Medan,” paparnya mengingatkan.

Wahyu pun optimis dengan dibukanya kembali KCW menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi Kota Medan, khususnya bagi UMKM yang selama hampir dua tahun mengalami tekanan. Sebab, angka penjualan mereka turun sehingga berdampak dengan penurunan kesejahteraan dan menambah pengangguran. “Pelaksanaan KCW memberikan kesempatan baru bagi UMKM kuliner Kota Medan untuk dapat tumbuh dan berkembang kembali menuju kondisi yang sama seperti sebelum pandemi Covid-19,” pungkasnya. (er)