Masyarakat Tani Kecamatan Gunung Kaler Resah, Terkait Kelangkaan Pupuk Subsidi

104

TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Musim Tanam Padi awal tahun 2021 Masyarakat Tani Kecamatan Gunung Kaler resah soal Kelangkaan Pupuk Bersubsidi Jenis Urea dan NPK, Jum’at (22/01/2020).

Salah seorang warga Tani asal Desa Onyam berinisial Sd (53) warga Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler mengatakan kepada awak media “umur padi saya sudah sekitar 20 hst (hari setelah tanam-red), tapi belum dipupuk karena dikios belum ada stoknya, ada juga pupuk yang non subsidi tapi harganya mahal, lahan pesawahan saya sekitar 4500 meter persegi”ucapnya.

Ditempat terpisah, Mad salah seorang pemilik Kios Tani yang di Kecamatan Gunung Kaler menyampaikan “Pendistribusian pupuk subsidi jenis urea masih sekitar 45 Ton, sedang kan kebutuhan nya berdasarkan RDKK dari 1000 ha yang meliputi Desa Onyam, Kandawati, Kedung dan Gunung Kaler, per ha untuk urea 150 Kg, artinya dikisaran 150 Ton, beberapakali sudah saya sampaikan pada distributor informasinya disuruh tunggu entar juga dikirim, distributor nya toko Naga Jaya dari CV. Mandiri Perkasa” tuturnya

Sementara itu, Oyok selaku PPL Kecamatan Gunung Kaler dari BPP Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang mengatakan “sekitar 2500 hektar lahan pesawahan yang ada di Kecamatan Gunung Kaler, ya betul kuota pendistribusian pupuk subsidi jenis NPK dan Urea belum memadai dari Distributor PT. Mandiri Perkasa di Wilayah Gunung Kaler, saya juga sudah sampaikan untuk segera didistribusikan, tanaman padi para petani sudah waktunya untuk dipupuk” ucapnya saat ditemui diruang kerjanya. (Fahrur Rozi)