Hadirkan Pembicara Dari Dewan Pers, SMSI Sumut Gelar Wokshop

17

MEDAN ketikberita.com | Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Suamtera Utara menggelar Workshop Jurnalisme Digital bertema “Masa Depan Media Digital, Kode Etik dan Pedoman Media Siber” yang menghadirkan pembicara perwakilan dari Dewan Pers, di Gedung Bina Graha Pemprov Sumut Jalan Diponegoro Medan, Rabu (16/9/2020).

Hadir sebagai pembicara dari Dewan Pers RI, Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Ahmad Djauhar, yang memberikan paparan terkait keberadaan media online (siber) dengan judul “Menuju Media Digital Beretika”.

Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Ahmad Djauhar, dalam paparannya menyebut, masa depan media akan penuh dengan disrupsi. “Media cetak salah Media cetak merupakan salah satu industri yang mengalami disrupsi inovasi paling keras. Sama halnya dengan ojek pangkalan yang tergusur ojek online,” ungkapnya.

“Taksi argo menjadi taksi online. Pasar menjadi market place daring,” ungkapnya. Tercipta pasar baru. Aturan main baru. Nilai-nilai bisnis yang baru. Cara berbisnis yang baru. Jaringan bisnis yang baru pula. Maka tercipta juga arena persaingan (playing field) yang baru,” jelas Djauhar.

Masa depan media, termasuk media digital (siber) ke depan, haruslah yang memiliki kualitas.

“Jangan membuat berita yang biasa-biasa saja. Setiap media mestilah mencari kekuatannya sendiri, kekuatan yang mampu membuat customer mau membayar,” katanya.

Djauhar juga menyebut, masa depan media juga tergantung konvergensi. “Yakni penggabungan berbagai jenis media yang bersatu. Seperti organisme, media massa pun bertumbuh dari newsroom, newsbrand, news commerce, news community, news collaboration, serta news corporation,” tambahnya.

Terkait perkebangan media sosial saat ini, Djauhar menyebut media siber harus berafiliasi dengan media sosial yang memang disebutkan sebagai perpanjangan tangan media tersebut.

“Jadi media online ini jika menyebarkan informasi atau beritanya di media sosial, memang harus disebutkan bahwa medsos itu merupakan perpanjangan tangan media online tersebut. Ini dinaungi oleh Dewan Pers,” tegasnya.

Selain itu, Workshop tersebut juga menghadirkan Kanit II Subdit V Siber Dit Reskrimsus Polda Sumut, IPTU Victor Pasaribu SH dan Kabid Pengelolaan Informasi Kominfo Sumut, Harvina Zuhra mewakili Pemprov Sumut serta mantan Kadis Kominfo Pemprovsu, Edy Sofyan sebagai moderator.

Hadir juga sebagai keynote speaker mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Kepala Balitbang Provsu/Plt Kadis Kominfo Provsu, Ir. H. Irman Oemar M.Si, sekaligus membuka acara.

Disebutkan, prospek media digital ke depan dipastikan sangat menjanjikan. “Media digital memiliki peluang yang sangat besar. Upaya-upaya Pemprovsu sudah dilakukan dalam berbagai kegiatan, untuk menuju good governance,” ujar Irman Oemar.

“Gubsu berpesan, akan selalu meminta masukan-masukan dari media demi mewujudkan konsep pembangunan yang baik. Penelitian terbaru menyebut 50 % masyarakat dunia, khususnya di Indonesia telah banyak memanfaatkan media digital ini,” katanya lagi.

Turut hadir pada Workshop bertema “Masa Depan Media Digital, Kode Etik dan Pedoman Media Siber”, Kapendam Kolonel Inf Zeni Djunaidhi mewakili Pangdam I/BB, Kasubbid Penmas Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan mewakili Kapolda Sumut, Ketua PWI Sumut H Hermasjah SE, para Penasihat SMSI Sumut Khairul Muslim,  seluruh Pengurus SMSI Sumut dan para undangan. (er)