Bantah Adanya Disharmoni Antar Warga di Perumahan Marbella Residence, Ferizal: Stop Provokasi Warga

208
Foto : Ketua Rw 039 Perumahan Marbella Residence Ferizal saat memberi keterangan kepada awak media tentang provokasi warga setempat.(foto: Wati Siagian)

BATAM ketikberita.com | Ketua RW 039 Perumahan Marbella Residence Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Ferizal membantah tundingan bahwasannya telah terjadi disharmoni kerukunan hidup antar warga yang berpotensi kepada terjadinya keributan.

Ferizal mengatakan, semua tudingan yang dialamatkan kepadanya itu tidaklah benar dan sengaja disebarluaskan oleh salah seorang warga di Perumahan Marbella Residence itu sendiri atas nama Yusril Koto.

Dia mengaku heran, apa sebenarnya yang melatarbelakangi warga tersebut yang mengatakan kalau telah terjadi disharmoni diantara warga Perumahan Marbella Residence. Padahal, kenyataannya masyarakat yang tinggal di perumahan ini baik-baik saja dan hidup dengan rukun damai.

“Dia mengatakan telah terjadi disharmoni kerukunan hidup antar warga yang berpotensi kepada terjadinya keributan. Pertanyaannya, warga yang mana yang dimaksudnya. Setahu saya warga disini baik-baik saja,” ungkap Ferizal kepada media ini, Senin (26/9/2022).

Lebih lanjut Ferizal menjelaskan, semenjak dia terpilih sebagai Ketua RW, dia bersama perangkat RW lainnya telah membuat sebuah program rencana kerja 100 hari masa kepemimpinannya sebagai Ketua RW Perumahan Marbella Residence Batam Center.

Kemudian, salah satu program kerja prioritas yang akan dilaksanakannya salah satunya melakukan pemasangan Automatic Gate atau palang otomatis atau pintu otomatis yang digunakan untuk penghalang ataupun pembatas memasuki sebuah area.

“Nah, semenjak Automatic Gate itu terpasang di pintu masuk perumahan, ada sebagian warga yang merasa tidak senang dengan program itu,” ucapnya.

Pihaknya menilai, warga yang tidak senang dengan dibuatnya automatic gate itu kemudian mengajak warga lainnya untuk bersama-sama menolak pembangunan palang pintu otomatis tersebut, dan berusaha untuk menggagalkan program yang menjadi prioritas dari perangkat RW yang baru terpilih.

“Saya melihat warga tersebut mengajak warga lainnya untuk mencoba menggagalkan pemasangan palang pintu otomatis itu, dengan menyebarkan isu disharmoni sesama warga,” sebutnya.

Dikatakannya, sebelum melakukan pemasangan automatic gate itu, pihaknya terlebih dahulu sudah memberitahukan rencana kerja itu ke masing-masing Rukun Tetangga yang ada di Perumahan Marbella Residence.

Dan, pada saat sosialisasi kepada masyarakat melalui perangkat RT, seluruh masyarakat tidak ada yang merasa keberatan dengan akan dibuatnya automatic gate itu.

“Nah, kenapa sekarang setelah automatic gatenya selesai dipasang muncul permasalahan. Kenapa tidak dari awal pemasangan dipermasalahkan Apa maksudnya,” sebut Ferizal terheran-heran.

Kemudian, perlu diketahui pada saat pihaknya mengundang seluruh perangkat RT yang ada di Perumahan Marbella Residence untuk menghadiri rapat rencana pembangunan automatic gate itu, yang datang saat itu hanya RT 01 dan RT 04.

Sehingga, dengan ketidakhadiran dua RT lainnya yakni RT 2 dan RT 3, menjadi alasan mereka untuk tidak menyetujui program yang menjadi prioritas perangkat RW yang baru.

“Dengan mereka (RT1 dan RT2) tidak menghadiri undangan rapat, menjadi alasan untuk tidak menyetujui pemasangan automatic gate itu,” sebutnya.

Lanjutnya, selain tidak menyetujui pemasangan automatic gate itu, RT-RT tersebut juga mempertanyakan mengenai kepengurusan perangkat RW 039 Peeumahan Marbella Residence.

“Padahal dirapat pertama, kita sudah menjelaskan tentang susunan perangkat RW yang baru. Kenapa sekarang mereka mempertanyakan lagi,” ucapnya.

Kemudian, pihaknya juga membantah tudingan yang disampaikan oleh Yusril Koto bahwasannya dengan dilakukannya pemasangan automatic gate itu menjadi lahan rezeki bagi perangkat RW untuk mencari keuntungan.

“Tuduhan itu harus dibuktikan oleh Yusril Koto. Kalau tidak ini akan menjadi fitnah yang sangat kejam untuk perangkat RW,” tegasnya.

Masih menurut Ferizal, sebenarnya warga tidak dibebankan sepeser biayapun untuk pemasangan automatic gate itu. Semua pemasangan alat-alat automatic gate itu sepenuhnya ditanggung oleh provider itu sendirii.

“Baik dari perangkat keras kerasnya maupun perangkat lunak pembangunan automatic gate, tidak ada sepeserpun uang warga di Perumahan Marbella Residence diminta. Semuanya digratiskan oleh provider,” jelasnya.

“Bahkan, sebanyak 13 CCTv digratiskan oleh provider untuk dipasang didalam perumahan,” ucapnya lagi.

Lanjutnya lagi, keuntungan lainnya yang diberikan oleh provider automatic gate yakni biaya access card yang lebih murah jika dibandingkan dengan perumahan-perumahan lainnya yang sudah menggunakan automatic gate.

“Di Marbella, warga hanya dibebani biaya accsess card sebesar Rp 50 ribu selama setahun untuk 1 kartu dalam satu keluarga. Sangat murahkan,” ucapnya.

Dikatakannya lagi, sejak satu bulan pemasangan automatic gate ini dilakukan, tingkat kriminalitas berupa aksi pencurian turun drastis. Hal itu dikarenak banyaknya CCTv yang dipasang di sekitar Pos Penjagaan Secutity.

Tentu saja, dengan berkurangnya aksi pencurian di Perumahan Marbella akan memberikan dampak positif ditengah-tengah warga. Hal itu dilarenakan warga menjadi merasa aman dan terawasi dengan adanya batasan untuk orang yang tidak berkepentingan yang mempunyai niat jahat untuk mencuri menjadi terhalang karena adanya automatic gate dan kamera pengawas yang sudah terpasang.

Dalam kesempatan itu, dia sebagai Ketua RW 039 mengingatkan kepada Yusril Koto untuk berhenti memprovokasi warga. Dan, kalau masih saja berusaha untuk melakukan tindakan propokasi warga, pihaknya tidak akan segan segan mengambil tindakan hukum yang berlaku dan melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib.

“Saya sudah cukup sabar selama ini. Saya sudah simpan screen shoot statement anda (Yusril Koto) yang saudara kirim ke dalam WA group warga,” sebutnya.

Namun, pihaknya berharap, kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi mempermasalahkan pemasangan automatic gate di Perumahan Marbella Residence. Dan, pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu yang dilontarkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang belum tentu kebenarannya.

“Saya meminta kepada masyarakat agar jangan mudah terpancing dengan pernyataan yang belum tentu kebenarannya, yang sengaja dilontarkan oleh oknum-oknum yang ingin memecahbelah kerharmonisan antar sesama warga di Perumahan Marbella Residence yang kita cintai ini,” pungkasnya. (Wati Siagian)