Event Sail Nias 2019 Menjadi Sarana efektif Promosi Potensi Wisata

0
86

NIAS ketikberita.com | Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya mengungkapkan, Kepulauan Nias, Sumatera Utara memiliki potensi wisata kelas dunia yaitu, sebagai lokasi surfing terbaik dunia dan memiliki daya tarik wisata sejarah (arkeologi) megalitikum yang terawat baik.

“Pariwisata Nias secara khusus oleh Presiden Joko Widodo telah ditetapkan sebagai sektor unggulan selain perikanan dan kelautan,” ungkap Menpar saat launching Sail Nias 2019 di Jakarta, Kamis (14/3).

Menpar menjelaskan, pengembangan pariwisata Nias telah didukung dengan unsur 3A, yaitu atraksi, amenitas dan aksesibilitas yang memadai, sehingga mempermudah wisatawan yang berkunjung, khususnya Wisman yang dalam empat tahun terakhir rata-rata mencapai 240.000 orang per tahun.

Arief menegaskan, Kepulauan Nias layak dikembangkan menjadi destinasi utama kelas dunia dan diproyeksikan tahun 2024 akan dikunjungi satu juta Wisman.

“Kunci utama menjadi destinasi kelas dunia harus memiliki Bandara internasional, dan ini telah dibuktikan di tempat lain yaitu Banyuwangi yang pariwisatanya tumbuh 30 persen karena memiliki Bandara internasional. Begitu juga Bandara Silangit, Tapanuli Utara pariwisatanya sekarang tumbuh tiga kali lipat,” ujar Menpar.

Saat ini Bandara Nias baru dikembangkan dengan panjang landasan 2.200-2.500 meter dan lebar 30 meter, sehingga baru bisa didarati pesawat Bombardir CRJ 1.000 berkapasitas100 penumpang.

Untuk menjadi Bandara internasional minimal panjang landasan 2.500 meter dan lebar 45 meter dengan kekuatan menahan beban 56 PCN sehingga bisa didarati pesawat B 737-800.

Ketua Nasional Sail Nias,Yassona Laoly menjelaskan, event Sail Nias 2019 menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi wisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias yang sejak lama sudah dikenal di mancanegara dengan daya tarik wisata alam dan budaya sebagi perpaduan keindahan alam, bahari dan budaya.(Wardi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here