KPU Sergai Minim Sosialisasi Pilpres Dan Caleg, Masyarakat Tidak Faham Nyoblos

362

SERGAI(Sumut),ketikberita.com | Hingga saat ini masih minim sosialisasi Pemilu serentak tahun 2019 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Serdang Bedagai (Sergai),Sumatera Utara. Padahal pemilihan tersebut akan dilakukan pada 17 April 2019. Akibat minimnya sosialisasi tersebut, masyarakat kebingungan dan sama sekali tidak mengetahui bagaimana tata cara mencoblos kertas suara yang sah dan benar di Tempat Pemilihan Suara (TPS).

Bahkan, masyarakat juga tidak tahu berapa lembar surat suara yang akan dicoblos nantinya untuk Pemilihan Presiden RI (Pilpres), DPD, Caleg DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / kota.

Menurut pengakuan Jailani warga Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah, “Jujur saja saya tidak mengerti dan sama sekali tidak memahaminya. Sampai sekarang belum pernah ada sosialisasi dari KPU maupun pihak perangkat desa kepada masyarakat ,” ungkapnya.

Keluhan yang sama juga disampaikan Misno (47) warga Desa Firdaus Sei Rampah dan Ita (35) warga Dusun V Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, tidak pernah diundang dan dijelaskan oleh KPU. Ucap Ita Rabu (27/2/2019).

Ironisnya, saat ditanyakan berapa jumlah kertas suara yang akan dicoblos, sepengetahuan masyarakat jumlahnya ada 4 lembar surat suara saja, informasi itu pun didapatkan dari ‘kata-kata orang’ . Mereka belum mengetahui bahwa pada Pemilu serentak tahun ini akan memilih di 5 jenis surat suara berbeda yaitu surat suara Pilpres, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan surat suara DPD.

. Ketua DPC Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Sergai Yunasril SH,MKn, didampingi Wakil Ketua Kikky Febriasi SH,MKn dan sekretaris Zuhari, saat dimintai tanggapannya, mengaku sangat terkejut bahkan menyesalkan lambannya informasi tentang tata cara pencoblosan disampaikan oleh KPU, Kondisi ini seharusnya tidak terjadi, mengingat Pemilu serentak yang akan digelar tinggal sekitar 47 hari lagi. Bagaimana dengan masyarakat di Desa-Desa yang jauh..? Apalagi, pemilu tahun ini, sangat berbeda dengan Pemilu sebelumnya. “Seharusnya, KPU sudah mensosialisakannya jauh-jauh hari”, tegasnya.

Sementara Komisioner KPU Sergai Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat Ardiansyah Hasibuan, menuturkan pihaknya telah melakukan sosialisasi, hanya saja belum menjangkau seluruh tempat karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM). Sosialisasi yang sudah dilaksanakan itu terkait tentang syarat jadi pemilih, tata cara pencoblosan yang baik dan benar, jenis surat suara dan lain-lain. “Kita akan maksimalkan sisa waktu yang ada misalnya lewat brosur, radio, poster dan spanduk agar tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilu tahun ini meningkat,” jelasnya via telepon seluler.(AfGans)