Kapolres Tebing Tinggi Bersama Tim SAR Dan TAGANA Lakukan Pencarian Anak Hanyut Disungai Padang

15

TEBING TINGGI (Sumut) ketikberita.com | Sungai Padang di Kota Tebingtinggi kembali memakan korban, bocah laki-laki berusia 7 tahun hanyut tenggelam terbawa arus sungai disaat sedang asyik mandi dan bermain di sungai yang berada di Kelurahan Tambangan Hulu, Lingkungan II, Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, tepatnya di Jembatan Pabrik Karet Batang Hari, Jalan H. M. Yamin. Kejadian terjadi Senin sore (3/5/2021) sekitar pukul 17.30 WIB.

Dari informasi yang dihimpun wartawan Media ketikberita.com dilokasi kejadian, sebelumnya ada enam anak bocah laki-laki yang sedang mandi di Sungai Padang tersebut, diantaranya yakni, Bagus Aditia (7) Rafi (8), Nanda (7), Asril (8), Didi dan Mustofa, ke enam anak ini merupakan warga Kelurahan Tambangan Hulu, Lingkungan II, Kecamatan Padang Hilir.

Diketahui dari salah satu teman korban yang juga ikut mandi bersama di sungai itu, bahwa satu orang teman mereka bernama Bagus Aditia (7) hanyut, tenggelam terbawa arus sungai Padang. Korban Bagus Aditia adalah anak kandung dari Naomi br Marpaung (36) merupakan warga baru pindahan dilingkungan tempat lokasi kejadian hanyut tersebut.

Sebelumnya dari keenam bocah laki-laki yang mandi di sungai, tiga diantaranya sempat ikut hanyut terbawa arus sungai. Melihat kejadian tersebut, Izal (17) warga setempat mencoba membantu menolong, akan tetapi hanya dapat menyelamatkan dua orang anak saja dan satu orang lagi yakni Bagus Aditia tidak dapat diselamatkan sehingga hanyut terbawa arus sungai.

Kepada Wartawan, Senin malam (3/5/2021) sekira pukul 21.30 WIB, saat berada dilokasi kejadian, Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso S.IK membenarkan adanya orang hanyut di sungai Padang yakni bocah bernama Bagus Aditia (7). Kapolres menjelaskan bahwa pencarian terhadap korban hanyut dimulai tadi sehabis buka puasa dan sholat magrib.

Dilanjutkan Kapolres, bahwa pencarian saat ini dilakukan tepat di lokasi kejadian, namun pencarian dilokasi kejadian malam ini dihentikan dan akan dilanjut kembali besok pagi. Kita pantau di bendungan bajayu, sebab kemungkinan anak yang hanyut terbawa arus sungai, di bajayu kita akan turunkan Team untuk tetap memantau malam ini. Jelas Kapolres.

Sementara itu, Ketua Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Imam Ansyori Nasution mengatakan kepada wartawan bahwa kendala saat proses pencarian korban hanyut yakni, minimnya penerangan sehingga menyulitkan Tim SAR untuk mencari keberadaan korban tersebut. Ucapnya.

Terpantau dilokasi banyaknya warga masyarakat yang menyaksikan proses pencarian korban hanyut tersebut, sehingga arus lalulintas di Jalan H. M. Yamin tepatnya dibawah Jembatan Pabrik Batang Hari sedikit terganggu, namun dapat diatasi oleh petugas dari Satuan Lalulintas Polres Tebingtinggi yang mengatur arus Lalulintas dilokasi.

Terlihat hadir dilokasi kejadian, Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso S.IK beserta anggota Reskrim Polres yang juga ikut dalam proses pencarian korban, bersama dengan Kadis Sosial H. Syahbana, Ketua TAGANA Imam Ansyori Nasution, anggota Tim SAR dari BPBD, TNI, Polri dan Tagana. (Ardian)