Bareng Muslim United, Wagub Musa Rajekshah Kukuhkan Alfatih United

147

MEDAN ketikberita.com | Terkesan dengan Muslim United (MU) Yogjakarta dalam cara memakmurkan umat melalui masjid, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utra (Sumut) Musa Rajekshah mengundang perwakilan MU datang ke Masjid Al Musannif untuk memaparkan program MU kepada para jemaah dan beberapa komunitas muda di Kota Medan, yang akhirnya mengikrarkan diri membentuk Alfatih United, Selasa (9/11) malam.

Alfatih United diresmikan bersamaan dengan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. Semangat Pahlawan yang mengucapkan “Takbir Allahu Akbar!” pada 75 tahun silam yang dipimpin Bung Tomo membangkitkan gelora semangat pemuda untuk memukul pasukan Inggris, diharap juga menjadi semangat yang sama untuk Alfatih United menjaga kemerdekaan, memakmurkan umat melalui masjid.

“Saya ceritakan sedikit mengapa Alfatih United akhirnya hari ini ada, semua berawal dari kunjungan saya bersama Muhammad Syahrizal, Ketua Panitia acara ini ke Jogjakarta untuk menghadiri acara seminar nasional membangkitkan ekonomi umat di Masjid Jogokariyan, kemudian di sana ada Muslim United yang diisi oleh anak-anak muda. Saya melihat cerita mereka yang sukses dalam hal dunia karena ikut membantu agama Allah dengan menghidupkan masjid,” ujar Ijeck, sapaan akrab Musa Rajekshah.

Semangat itu, lanjut Ijeck, yang belum ada sampai saat ini di Sumut, bagaimana masjid menjadi tempat yang nyaman dibuka 24 jam, dan semua yang dicari ada disiapkan. “Ini bukan untuk saya atau kita, tapi untuk kita semua Sumatera Utara. Saya ingin semangat ini sampai ke semua, dan kita awali di rumah kita sendiri sebagai contohnya, Masjid Al Musannif ini,” katanya.

Ijeck mengingatkan pada para jemaah khususnya Alfatih United tentang isi Quran Surat Muhammad Ayat 7. “Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu, janji Allah tidak pernah ingkar dan perwakilan dari Muslim United, Mas Nanang dan Mas Agung telah membuktikan. Bagaimana mereka mengurusi masjid tapi juga mencari nafkah untuk keluarganya bahkan usaha Mas Nanang ini cukup maju,” ujar Ijeck.

Pengurus Alfatih United di antaranya Syahrizal Hasan sebagai Ketua Alfatih United, Muhammad Gazali Iskandar sebagai sekretaris dan Musa Arjianshah sebagai bendahara yang juga merupakan putra sulung Musa Rajekshah.

“Dia (Musa Arjianshah) mau masuk partai gak saya kasih, biar Dadak saja. Tapi untuk mengurus masjid saya langsung dukung dan semoga apa yang dilakukan Alfatih nanti bisa bermanfaat dan berkah untuk semua, dan lakukan semua karena Allah SWT,” katanya.

Sementara itu, Agung perwakilan dari Muslim United menyampaikan apresiasinya kepada Musa Rajekshah yang telah mengambil inisiatif dan memikirkan kemakmuran masjid. Kehadiran MU, lanjutnya sebagai kunjungan balasan Ijeck yang telah datang ke MU beberapa Minggu lalu.

“Datangnya Pak Wagub ke masjid itu jam 12 malam, malam-malam ditempuh jadi kami merasa harus membalas kunjungannya dan mau belajar di Sumut, apalagi akhirnya kami bisa melihat ruangan Yayasan Haji Anif yang sudah lama kami inginkan. Bersyukur Sumut punya umara seperti Pak Wagub,” ujar Agung.

Muslim United, lanjutnya, baru satu tahun berdiri dan semua program yang dilakukan juga terinspirasi dari masjid-masjid lain. “Kebaikan dan kesalahan dari masjid ini dan ini kami rangkum. Kami juga menjadikan MU buka 24 jam agar siapa saja yang tak tahu ini pulang kemana bisa pulangnya ke masjid. Anak muda yang mungkin sedang ada masalah bisa datang mengadu sama Allah ke mari, bukan ke tempat hiburan yang buka 24 jam, makanya kami juga siapkan semua kebutuhannya, ada makanan, ada kopi, ada juga tempat tidurnya ala tenda camp agar nyaman,” katanya.

Sementara itu, Nanang menyampaikan pihaknya juga memiliki program untuk orang tua, ibu-ibu, guru dan tokoh masyarakat yang dianggap bisa menggerakkan masyarakat sehingga diharapkan pesan kebaikan bisa sampai secara baik.

Ia juga mengucapan selamat kepada Alfatih United. “Selamat untuk Sumatera Utara, selamat untuk Alfatih, semoga Sumut bisa Inshya Allah, menjadi percontohan secara nasional bagaimana seorang umara menjadi contoh untuk umara lain menular ke penjuru Indonesia bahkan dunia,” katanya. (er)