Home / Ketik Berita / Provinsi / Aceh / Warga Simpang Kanan Keluhkan Jalan Rusak, 81 Tahun Merdeka Belum Tersentuh Aspal

Warga Simpang Kanan Keluhkan Jalan Rusak, 81 Tahun Merdeka Belum Tersentuh Aspal

ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Di tengah pesatnya pembangunan di berbagai daerah, warga Kecamatan Simpang Kanan masih harus menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar. Hingga kini, akses jalan menuju Desa Lae Gambir dan Desa Guha belum tersentuh aspal.

Jalan sepanjang sekitar dua kilometer dari Jalan Lintas Singkil–Subulussalam tersebut masih berupa tanah. Saat musim hujan, kondisi jalan berubah menjadi lumpur licin yang sulit dilalui kendaraan. Sementara di musim kemarau, debu tebal kerap mengganggu aktivitas warga.

Kepala Desa Lae Gambir, Herman Buang Manalu, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menyebut, selama puluhan tahun kemerdekaan Indonesia, warganya belum merasakan infrastruktur jalan yang layak.

“Sudah puluhan tahun kami merdeka, tapi jalan kami masih seperti ini. Kami hanya ingin merasakan sedikit dari arti kemerdekaan itu,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Desa Lae Gambir sendiri dihuni sekitar 100 kepala keluarga dengan total penduduk mencapai 500 jiwa. Bagi masyarakat setempat, jalan tersebut merupakan akses vital untuk menunjang aktivitas sehari-hari, terutama dalam mengangkut hasil pertanian seperti kelapa sawit dan sayur-sayuran.

Kondisi jalan yang buruk kerap menyebabkan distribusi hasil panen terhambat. Bahkan, tidak jarang warga mengalami kerugian akibat sulitnya akses transportasi.

“Kami tidak meminta yang mewah. Kami hanya ingin jalan yang layak, agar ekonomi kami bisa bergerak, agar anak-anak kami tidak lagi kesulitan saat pergi ke sekolah,” tambah Herman.

Warga berharap pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut, baik dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Secara khusus, permohonan itu ditujukan kepada Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, agar segera mengambil langkah konkret.

“Kami mohon, lihatlah kami di sini. Jalan ini sangat berarti bagi kehidupan kami. Tolong bantu kami,” tutupnya.
Hingga saat ini, masyarakat hanya bisa berharap adanya realisasi pembangunan jalan agar akses menuju desa mereka dapat lebih layak dan mendukung peningkatan kesejahteraan warga. (R84)