Walikota Buka Musrenbang untuk RKPD Kota Tanjungbalai 2022

80

TANJUNGBALAI (Sumut) ketikberita.com | Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungbalai melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) untuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Tanjungbalai tahun 2022 sebagai bagian dari perencanaan dan pembangunan daerah di Aula M. Syahrial Kantor Bappeda Kota Tanjungbalai, Kamis (18/03/2021) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Musrenbang yang dibuka Walikota Tanjungbalai H. M. Syahrial, SH., M.H itu dihadiri Wakil Walikota H. Waris, S.Ag., M.M., mewakili Gubernur Sumatera Utara yakni Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono, Ketua DPRD Tanjungbalai Tengku Eswin, Forkopimda, Kepala OPD Pemprovsu, Sekdakot Tanjungbalai Yusmada, SH., M.A.P. Kepala Bank Sumut Cabang Tanjungbalai Ali Akbar, Ketua MUI, Kepala Instansi vertikal, Para OPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Agama serta insan pers.

Dalam sambutannya, Walikota Tanjungbalai mengucapkan terimakasih atas apresiasi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dimana Kota Tanjungbalai terpilih sebagai peringkat kedua Kota Terbaik penghargaan pembangunan daerah (PPD) tahun 2021 oleh Gubernur Sumatera Utara. “Penghargaan tersebut akan diberikan pada pelaksanaan Musrenbang tingkat Provinsi 06 s/d 08 April 2021 mendatang,” sebut Walikota.

“Fokus RKPD Tahun 2022 Kota Tanjungbalai yang didasari visi misi “BERSIH” (berprestasi, religius, sejahtera, indah dan harmonis) yakni mengutamakan pada pemberian beasiswa berprestasi, pendidikan kader ulama, pusat pembinaan keterampilan masyarakat di Kecamatan, mencetak Hafizd Qur’an di tiap kelurahan, program Peduli Anak Yatim (Pentatim), bantuan kapal, asuransi dan alat tangkap, 100 bedah rumah pertahun, UMKM berbasis komunitas, percepatan pembangunan jalan lingkar utara, revitalisasi drainase, pengendalian banjir dan sedimentasi, pembangunan WTP VII, peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan, pembangunan perempuan dan perlindungan anak, subuh berjama’ah bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, optimalisasi PDAM dan BUMD, peningkatan PAD, program SAMAWA (Syahrial Bersama Waris), kampung batik, destinasi cagar budaya dan pariwisata air,” papar Syahrial.

Ia melanjutkan, kita menyadari tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungbalai yang minus yakni -0,47% ditahun 2020 dan dengan segala keterbatasan potensi sumber daya yang ada. “Bertitik pada Pemulihan ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat menuju Tanjungbalai sejahtera” hal ini tidak bisa terwujud tanpa komitmen dan partisipasi dari seluruh stakeholder.

“Harapan saya kepada perangkat daerah, agar segera mengimplementasikan apa yang menjadi sasaran daerah kedalam dokumen rencana strategis (Renstra) dan rencana Kerja (Renja), seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat secara aktif dalam Musrenbang, sehingga tujuan Musrembang sebagai instrumen dan penganggaran partisipasi bisa terwujud. “Perencanaan pembangunan yang kita rancang diharapkan tidak saja mampu menyelesaikan permasalahn saat ini, namun mampu mengantisipasi permasalahan yang akan datang,” harap Walikota H.M. Syahrial.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera utara melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, Pembangunan, Aset dan SDA Agus Tripriyono menyampaikan, sesuai harapan Gubernur Sumut mengimbau agar forum RKPD ini jangan dijadikan sebagai rutinitas. Karena dokumen-dokumen yang dihasilkan pada agenda ini memiliki makna yang sangat penting dalam peningkatan pembangunan.

Ada tujuh agenda pembangunan yakni salah satunya membangun sinergisitas antara program pemerintah pusat, program pemerintah Provinsi dengan program-program pemerintah kabupaten/kota, khususnya Kota Tanjungbalai, jelasnya.

“Catatan penting bagi Pemko Tanjungbalai, bagaimana mengoptimalkan potensi yang ada di Kota Tanjungbalai dan mengembangkannya sehingga membawa manfaat bagi Kota Tanjungbalai, menuju pembangunan dan program infrastruktur di Kota Tanjungbalai,” papar Agus. (Reza)