ShopeePay Beberkan Peran Pembayaran Digital untuk Dukung Ekonomi UMKM

38

JAKARTA ketikberita.com | ShopeePay, layanan pembayaran digital yang berkomitmen mendorong akses digitalisasi finansial bagi pelaku bisnis dan pengguna di seluruh Indonesia, hari ini berpartisipasi dalam Fintech Talk, wadah diskusi peran perusahaan teknologi finansial (tekfin) terhadap pertumbuhan bisnis UMKM, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Fintech Indonesia(AFTECH) secara virtual.

Kopi Soe, salah satu merchant UMKM ShopeePay, turut hadir dalam sesi tersebut untuk membagikan perspektif akan peran layanan pembayaran digital seperti ShopeePay dalam membantu stabilitas dan perkembangan bisnis UMKM.

Fintech Talk merupakan salah satu program yang diselenggarakan oleh AFTECH sebagai bagian dari Bulan Fintech Nasional 2021 untuk menghadirkan berbagai topik menarik terkait peran perusahaan tekfin di Indonesia.

Sesi kali ini mengangkat topik “Merangkul Inovasi Pembayaran Digital bagi UMKM”, di mana Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, berdiskusibersama Elsya M. S Chani,Kepala Grup Perlindungan Konsumen Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen, Bank Indonesia, dan Sylvia Surya,CEO Kopi Soe & COO Menantea, mengenai upaya dan inovasi yang dilakukan oleh penyedia layanan pembayaran digital seperti ShopeePay dalam membantu UMKM tumbuh dan menangkap peluang baru melalui digitalisasi.

Eka Nilam Dari, Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay menyatakan, “Kami percaya bahwa UMKM memiliki peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, dan oleh karena itu, kami menghadirkan berbagai upaya pemulihanUMKM berupa program yang bertujuan memacu adopsi teknologi digital dan pemanfaatan ekosistem digital serta akses visibilitas pemasaran yang lebih baik agar UMKM dapat menjangkau lebih banyak konsumen.

Kami percaya bahwa peran dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk merealisasikan upaya tersebut, agar digitalisasi sistem pembayaran bagi UMKM dapat tercapai secara menyeluruh.”Sebagai penyedia layanan pembayaran digital, ShopeePay senantiasa memfasilitasi akses transaksi digital pengguna dan pelaku UMKMdemi menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi perputaran roda ekonomi nasional.

Untuk itu, ShopeePay berupaya menjangkau lebih banyak pelaku usaha, khususnya pegiat UMKM agar dapat merasakan dampak positif dari pembayaran digital. Salah satu merchant UMKM yang telah mengadopsi ShopeePay dan merasakan dampak baik transaksi digital adalah Kopi Soe, salah satu brandkopi lokal favorit masyarakat Indonesia.

Sylvia Surya, CEO Kopi Soe & COO Menantea menyampaikan, “Perkembangan industridigital yang cepat dan dinamis menuntut pelaku UMKM seperti Kopi Soe harus peka terhadap keadaan, adaptif pada perubahan, dan lihai melihat peluang dengan mindset problem solvingyang kreatif.

Terlebih dengan tren penggunaan pembayaran digital yang berkembang di masyarakat menjadi peluang Kopi Soe untuk masuk ke ekonomi digital, yakni dengan mengadopsi ShopeePay sebagai layanan pembayaran digital di gerai kami.

Dari segi bisnis, hadirnya ShopeePay, membantu kami dalam mengurangi berbagai resiko penggunaan uang tunai, seperti kontak fisik, uang palsu, penyediaan uang kembalian, hingga pencatatan yang lebih tepat, efisien, dan cepat.

Beragam promo yang ditawarkan ShopeePay juga memberikan nilai tambah dan mendorong antusiasme pelanggan kami untuk menikmati transaksi digital yang mudah, aman, dan memuaskan.” Budi Ganda Soebrata selaku Sekretaris Jenderal AFTECH turut hadir pada sesi tersebut untuk menyampaikan kata sambutan, bersama Retno Ponco Windarti, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran, Bank Indonesia.“

Kehadiran Bulan Fintech Nasional 2021 bertujuan untuk menyediakan wadah bagi pemerintah, perusahaan fintech, dan stakeholderlainnya di ekosistem keuangan digital Indonesia untuk bersinergi dalam upaya akselerasi pemulihan ekonomi nasional melalui adopsifintech.

Melalui acara ini, kami harap dapat meningkatkan literasi keuangan digital, khususnya bagi pelaku UMKM.

Terlebih, semakin banyaknya pelaku UMKM yang masuk ke ekosistem digital, yakni 25,6% dari 64 juta pelaku usaha,1harus diiringidengan pemahaman yang tepat mengenai layanan digital. Sehingga mereka mampu memaksimalkan layanan pembayaran digital dalam rangka mendukung aktivitas bisnisnya,” tegas Budi Gandasoebrata selaku Sekretaris Jenderal, AFTECH.

Bulan Fintech Nasional 2021 berlangsung selama satu bulan pada 11 November -12 Desember 2021 dengan tajuk “Fintech for Faster Economic Recovery: Collaboration in Balancing Governance and Innovation”. Program ini diprakarsai oleh Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI)dan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). (r/red)