Pemerintahan DAMBAAN Kedepan, Sergai Dicanangkan Jadi Kabupaten Digital

83

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Calon Wakil Bupati Serdang Bedagai (Sergai) 2021 – 2024 Adlin Tambunan membagikan 10.0000 voucher internet gratis untuk 10 titik di Dusun III Desa Kuala Lama, Pantai Cermin, Selasa (20/10/2020). Kegiatan tersebut disambut antusias oleh masyarakat di masa pandemi yang mengharuskan belajar secara online.

Pegiat dan pengusaha internet diKab Sergai, Hakiki Syahputra Pohan sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan Paslon Bupati dan Wabup Sergai H. Darma Wijaya dan H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST. MSP (DAMBAAN) atas kepeduliannya dalam kebutuhan primer di masa pandemi apalagi di masa sosial distancing yang mengharuskan belajar online, rapat online dan lain-lain.

“ Kami sebagai pegiat internet mempu nyai ide untuk bergabung bersama DAMBAAN dan memberikan dedikasi agar menjadikan sergai sebagai kabu paten yang serba digital,” ujar Hakiki Pohan

Menurut Hakiki di pandemi saat ini banyak PHK dimana-mana. Lalu anak SMA yang baru tamat sekolah juga bingung mencari pekerjaan karena tidak ada lowongan pekerjaan.

“Namun dengan adanya internet, bisa membuka pikiran mereka untuk jualan secara online. Bahkan hal yang terkecil itu bisa jualan online di facebook atau pun marketplace lainnya. Jadi disitu lah peluangnya untuk menambah peng hasilan,” ujarnya.

Hakiki juga menjelaskan, bahwa untuk saat ini internet gratis yang dibagikan itu sebanyak 10.000 voucher di sepuluh titik berbeda. Namun jika memang antusias masyarakat tinggi maka akan ditingkat kan menjadi 20.000 voucher internet gratis.

“Jadi sistemnya setiap satu voucher bisa digunakan selama enam jam. Lalu jika habis enam jam, maka bisa minta lagi. Dan itu semua gratis,” kata Pohan.

Asiah (47) warga desa Kuala Lama mengatakan kegiatan pembagian internet gratis tersebut sangat memban tu masyarakat. Asiah mengatakan, ia juga salah seorang pengguna aktif internet dan memiliki dua orang anak yang juga harus belajar online.

“ Ya selama masa pandemi ini, masalah kuota agak berat karena penghasilan berkurang. Padahal saya punya dua orang anak yang harus belajar online dari rumah. Dan saya harus membiayai paket internet mereka ,” ujar Asiah

Ia menuturkan biaya paket internet saat ini cukup mahal. Padahal jualan air minum isi ulang dagangannya tidak selaris biasanya. (AfGans)