TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang, Natalie Marbun, mendorong pemerintah kota untuk memastikan kesiapan puskesmas dalam pelayanan keluarga berencana (KB), termasuk ketersediaan tenaga kesehatan dan alat kontrasepsi. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi kunci agar pelayanan KB dapat menjangkau masyarakat secara merata dan berkelanjutan.
Natalie mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang, kebutuhan KB yang terlayani pada 2025 baru mencapai 88,8 persen. Artinya, masih terdapat sebagian masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan KB.
“Angka 88,8 persen itu menunjukkan masih ada ruang yang harus kita jangkau. Jangan sampai layanan KB hanya berhenti pada program gratis tahunan, sementara setelahnya masyarakat kesulitan mengakses alat kontrasepsi dan tenaga kesehatan,” ujar Natalie, Kamis (25/9/2026).
Ia menyoroti gelaran gebyar pelayanan KB gratis yang digelar DP3AP2KB pada 15 hingga 18 September 2026 di sejumlah puskesmas. Menurutnya, program tersebut harus memberikan dampak nyata, khususnya bagi pasangan usia subur yang belum terlayani.
“Jangan sampai ini hanya menjadi kegiatan rutin tahunan tanpa terobosan baru. Layanan harus benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Natalie meminta Pemkot Tangerang memastikan ketersediaan alat kontrasepsi dan tenaga kesehatan di setiap puskesmas, mengevaluasi capaian per wilayah, serta membahas hasilnya dalam rapat kerja dengan DPRD. Ia juga mendorong adanya mekanisme pengaduan masyarakat yang mudah diakses dan ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Tangerang, Tihar Sopian, menjelaskan bahwa gebyar pelayanan KB gratis digelar dalam rangka memperingati Hari Kontrasepsi Dunia 2026. Layanan yang tersedia meliputi pil KB, suntik KB, implan, IUD, MOW, dan MOP. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan mendatangi puskesmas sesuai jadwal yang ditentukan.
“Gebyar Pelayanan KB Gratis menjadi salah satu upaya Pemkot Tangerang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi yang mudah, aman, dan terjangkau,” ujar Tihar. (mir)







