ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil dalam memperkuat syiar Islam dan melestarikan tradisi keilmuan kembali ditegaskan melalui pembukaan Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) IV Kabupaten Aceh Singkil di Masjid Nurul Makmur, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh khidmat itu dibuka oleh Wakil Bupati Aceh Singkil, H. Hamzah Sulaiman, S.H., mewakili Bupati Aceh Singkil. Turut hadir Ketua MPU Aceh Singkil H. Roesman Hasmy, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Singkil, Plt. Kepala Dinas Syariat Islam, para pimpinan dayah, alim ulama, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Wakil Bupati, ditegaskan bahwa MQK bukan sekadar ajang perlombaan membaca kitab kuning, tetapi menjadi ruang untuk menjaga estafet keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama selama berabad-abad.
Menurutnya, kitab-kitab turats merupakan khazanah keilmuan yang sarat dengan nilai keislaman, sehingga penting dipelajari dan dipahami oleh generasi muda sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.
“Kami berharap MQK mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap membaca kitab, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam, berakhlak mulia, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Hamzah Sulaiman.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil akan terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pendidikan keagamaan sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas, religius, dan berdaya saing.
Lebih lanjut, Hamzah berharap MQK IV menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat generasi muda dalam mencintai ilmu agama sekaligus mencetak calon-calon ulama dan intelektual Muslim yang mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Singkil, Faisal, mengatakan pelaksanaan MQK IV berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Juli 2026.
Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan peserta dalam membaca kitab-kitab klasik, tetapi juga mengasah pemahaman terhadap kandungan ilmu yang terdapat di dalamnya. Melalui kegiatan ini diharapkan syiar Islam semakin berkembang, tradisi intelektual pesantren tetap terjaga, dan lahir generasi penerus yang mampu membawa nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat.
MQK IV menjadi salah satu wujud nyata sinergi pemerintah, ulama, dan lembaga pendidikan Islam dalam memperkuat fondasi keagamaan sekaligus mempersiapkan generasi Aceh Singkil yang berilmu, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (R84)






