FGD Tentang Kebijakan Pertambangan dan Lingkungan Hidup Digelar, Ini Harapan Bupati Asahan

98

ASAHAN (Sumut) ketikberita.com | Bupati Asahan buka acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Kebijakan Pertambangan dan Lingkungan Hidup di Hotel Marina Kisaran, Kamis (4/3/2021).

Kepala Bagian Perekonomian Setdakab Asahan M. Yusuf Sihotang, SE, MM, dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan FGD pada hari ini adalah untuk menggali dan mendapatkan rumusan dalam menentukan dan menetapkan arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam bidang pengelolaan pertambangan dan Lingkungan Hidup.

Lebih lanjut Yusuf menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti FGD pada hari ini terdiri dari OPD, Kasi Pemerintahan dan Kasi PMK Kecamatan Se-kabupaten Asahan dan narasumber.

Adapun narasumber terdiri dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provsu diwakili Kasi Pencemaran Lingkungan Freddly Saragih, SKM, Kepala UPT Kehutanan KPH Wilayah III Kisaran Wahyu, SP, MSi, Kadis Lingkungan Hidup (LH) Kab. Asahan Agus Jaka Putra Gunting, SH dan dirinya Kabag Perekonomian tersebut Setdakab Asahan M. Yusuf Sihotang SE, MM.

Dijelaskannya, kegiatan ini masing-masing berjudul; dari Dinas Lingkungan Hidup Provsu diwakili Kasi Pencemaran Lingkungan Freddly “Kebijakan Pemerintah terhadap pencemaran lingkungan”. Kepala UPT Kehutanan KPH Wilayah III Kisaran Wahyu, SP, MSi dengan judul “Potensi Hutan bagi Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Asahan”. Kadis LH Kabupaten Asahan Agus Jaka Putra Gunting, SH dengan judul “Dampak Penambangan Pasir dan Batu terhadap Lingkungan”. Kabag Perekonomian tersebut Setdakab Asahan M. Yusuf Sihotang SE, MM dengan judul “Dampak Penambangan Pasir terhadap Sosial Ekonomi Masyarakat”.

Kemudian, Bupati Asahan, H. Surya BSc menyampaikan bahwa salahsatu faktor yang mempengaruhi hidup sehat adalah lingkungan.

“Salah satu faktor yang mempengaruhi dalam menghasilkan kualitas hidup yang sehat adalah lingkungan,” katanya.

Selanjutnya Bupati mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan akan tetap berkomitmen untuk melestarikan lingkungan dari pencemaran sesuai dengan undang undang Nomor 32 tahun 2009 tentang Pemeliharaan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, sangat dibutuhkan peran dari semua pihak. Menurutnya hal ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata tapi perlu peran serta masyarakat untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan, keutuhan sumber daya alam dari pencemaran lingkungan.

“Undang,-undang Dasar 1945 menyatakan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak azasi bagi setiap warga negara, karena itu Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat berkewajiban untuk melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan agar lingkungan hidup Indonesia dapat menjadi sumber dan penunjang hidup bagi masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Menurutnya, sebagai salah satu langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten Asahan untuk menggali dan mencari rumusan yang tepat sebagai bahan untuk menentukan kebijakan Pemerintah Daerah dalam melaksanakan pengamanan Lingkungan Hidup di Kabupaten Asahan adalah dengan mangadakan Focus Grup Discussion (FGD) seperti yang dilaksanakan pada hari ini.

“Kegiatan ini adalah salahsatu langkah untuk mencari rumusan dan sebagai bahan untuk menentukan kebijakan pemerintah daerah dalam melaksanakan pengamanan lingkungan hidup,” tutupnya. (Tim)