Bejad! Oknum Guru ASN DiDuga Cabuli Anak Yatim Piatu 7 Tahun Lamanya

103
Foto : Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikande Permai ini, tempat oknum tersebut diduga telah mencabuli gadis dibawah umur.

SERANG (Banten) ketikberita.com | Bejad dan biadab memang layak di sandang oknum guru Aparatur Sipil Negara (ASN) disalah Satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikande Permai ini, karena oknum tersebut diduga telah mencabuli gadis dibawah umur, mirisnya korban adalah seorang yatim piatu yang seharusnya di jaga dan di bantu kehidupannya.

Adalah IT (19) gadis malang ini harus kehilangan masa depannya lantaran telah di cabuli oleh AG oknum guru ASN semenjak IT masih duduk dibangku Sekolah dasar hingga akhirnya terungkap belum lama ini.

Awak media sempat menghubungi Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (P2TP2A) Kecamatan Cikande serta mendatangi Kepala desa Cikande permai, Ketua Rw, Rt dan tetangga korban, Sabtu(26/09/20)

Saat awak media menanyakan kejadian menimpa saudari IT kepada Ketua P2TP2A Ikoh lewat Whatsapp bahwa kasusnya sudah pendampingan ke polres, ” walaikumsalam, kasusnya sudah pedampingan ke Polres dst sdg dlm proses kang ” ucap Iikoh ketua P2TP2A yang juga sekmat cikande.

Kepala Desa Cikande Permai Dayari menyayangkan kejadian ini dan membenarkan terjadinya kasus pencabulan yang dilakukan oknum pengajar yang juga ASN ini di wilayahnya (Desa Cikande Permai-red) , ” Benar telah terjadi pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru AG pengajar di SDN di desa kami , korban IT adalah seorang anak yatim piatu dan saya sangat prihatin ” ujar Dayari kepada awak media.

Usai menemui Kepala Desa Cikande Permai awak media menemui Ketua Rw 01 Tatang Suhendar dimana korban IT tinggal, dan kembali membenarkan kejadian yang menimpa warganya, ” Benar IT warga saya dan rumahnya tidak jauh dari rumah saya, saya kasihan dengan anak ini, dia anak yatim piatu yang saya sesalkan pelakunya yang cabuli dia adalah oknum guru yang mengajar di SD Negeri Cikande Permai berinisial AG, dan kasus ini terkuak saat terjadinya cekcok disertai penganiayaan ” kata Tatang Ketua RW setempat.

Sementara itu awak media berusaha mencari informasi ke Polsek Cikande, dan saat di Polsek bertemu Babinkamtibmas Cikande Permai (Suardi) dan menjelaskan bahwa kasus nya sudah ditangani PPA Polres Serang, ” memang benar telah terjadi kasus pencabulan anak dibawah umur, dan kasus nya sudah di tangani Unit PPA Polres Serang ” ujar Suardi kepada awak media.

Usai dari Polsek Cikande awak media berusaha ingin bertemu Kepala Sekolah SDN Cikande Permai, namun diterima Komite sekolah tersebut dan menjelaskannya bahwa membenarkan serta menyesalkan kejadian tersebut ” benar oknum AG mengajar disini (SDN Cikande Permai-red) merupakan ASN , saya juga kaget kalau pelakunya AG, dulu sempat mengelak namun ibarat semut menempel dibaju hitam ya pasti akan terlihat juga, dan saya sangat menyayangkan sekali kalau korban ini katanya sudah dianggap anak angkat, dan korban adalah yatim piatu kenapa AG bisa melakukan itu saya tidak habis pikir pak,dulu saya pernah lihat AG dan IT ini disini, tapi saya tidak berpikiran aneh aneh karena namanya Guru dan murid apalagi korban katanya sudah dianggap anak angkatnya, jadi keberadaan AG dengan IT saya anggap biasa aja, tapi setelah ini ramai jadi saya punya pikiran aneh jangan jangan AG juga melakukan disekolah” ujar salah seorang Komite sekolah kepada awak media.

” Katanya sih semenjak SD jadi sekitar 7 tahun AG berbuat aksi bejatnya itu terhadap IT, dan pelaku sendiri katanya masih wajib lapor ke Polres dan belum di tahan ” ujar Komite sekolah kembali.

Sementara itu saat awak media mendatangi rumah tinggal IT tampak sepi, informasi yang di peroleh bahwa kakak IT yaitu RE tinggal dirumah tersebut namun tidak ada, tetangga korban Heru menjelaskan kepada awak media bahwa semenjak kejadian merebak IT tidak ada di sini juga kakak nya RE, ” saya tidak bisa menjelaskan kepada wartawan karena saya bukan keluarga korban, tapi warga sini selalu membantu, semenjak kasus ini terbongkar IT diamankan dirumah singgah tapi saya tidak tahu dimana tempatnya, terakhir dijemput dari rumah oleh pihak Kecamatan, saya sempat mengantarnya tapi tidak sampai rumah singgahnya hanya ketemuan di jalan saja ” Ucap Heru .

Awak media sempat mendatangi juga Ketua Rt 007/001, bahwa Kejadian tersebut kakak korban tidak mengetahuinya, ” kejadian ini kakaknya IT tidak mengetahui pak, sekarang pun IT dan kakaknya (RE) kami tidak tahu sekarang tinggalnya” ucap Ketua Rt 007/01 kepada awak media. (red)