Suasan Ramadhan Kantor Imigrasi Kls I TPI Batam Sepi Pemohon Pasport

0
114
Ruang kantor Imigrasi Kls I TPI Batam yang biasanya penuh dikunjungi pemohon kini tampak sepi ruangan tunggu bayak korsi yang kosong dan jumlah permohon bisa dihitung seharian menjelang puasa dari pagi hingga sore.(Foto:Indralis)

BATAM ketikberita.com | Dalam suasana memasuki hari ke 11 bulan Suci Ramadhan 1440 H, kantor Imigrasi Kls I TPI Batam sepi bagi pemohon pasport dikarenakan dalam suasana bulan puasa banyak masih dalam mengadapai bulan suci Ramadhan dan enggan pergi keluar dari kota Batam.

Dalam pantauan awak media di lapangan yang mana sehari – harinya kantor Imigrasi Kls I TPI Batam bayak dikunjung warga yang membutuhkan pasport bagi di kalangan warga Batam, yang semana biasa selalu dipadati pengunjung yang membutuhkan pasport sehingga ruang termpat duduk tidak bisa ditempati yang semana biasanya .

Salah seorang petugas Imigrasi Haris Sucipto ketika ditemui media sebagai pegawai Imigrasi di pos penjagaan mengatakan , masih suasan bulan suci Ramadhan banyak warga enggan keluar untuk memohon pembuatan pasport karena suasan bulan suci Ramadhan (puasa) enggan keluar rumah dan lagi situasi udara sangat panas dan hujan .

Biasanya jika tidak di bulan puasa warga ramai datang membuat permohonan pasport kami melayaninya pun kewalahan dan ramai , dan lagi kami di pihak pegawai dan petugas yang bertugas di imigrasi pimpinan meyarankan situasi bulan puasa petugas imigrasi dipercepat pulang kerumah pukul 16.00 untuk berbuka puasa bersama keluarga , jika tidak puasa di bulan Ramadhan pihak kami bertugas bisa – bisa sampai pukul 07.00 malam karena banyaknya permohonan pasport.” Ungkap Aris

Ditambahkannya pihak petugas yang melayani warga pembuat pasport sekarang agak lenggang bisa santai tidak diburu warga karena situasi permohonan sepi bisa diperhitung perharinya para peminat pasport bisa berjumlah berkisar 50 sampai 100 orang, jika di hari biasa permohanan pasport bisa mencapai 200 orang perhari ramai sehingga permohonan pasport tidak ada tempat duduk harus berdiri menunggu panggilan antri satu persatu masuk kedalam ruangan interviu dan foto wajah.(Indralis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here