Viral, Video Mesum Oknum Kades Sei Halim Hasak dengan Seorang Janda

160
Photo tangkapan layar video viral oknum kades Sei Halim Hasak,Asahan

KISARAN (SUMUT) ketikberita.com | Video adegan asusila di Desa Sei Alim Hasak Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, kini sedang viral.Pemeran utama prianya diduga adalah sang kepala desa berinisial MA,sementara “sparring partner”nya dalam video itu diduga seorang janda di desa setempat.

Pria mirip MA tersebut terlihat beradegan ranjang bersama seorang wanita yang juga dikenal di desa tersebut.Wanita yang terlibat skandal pornografi tersebut adalah seorang janda warga desa yang dipimpin oleh MA.

Karena dianggap melakukan tindakan amoral, warga yang tadinya menggeruduk kantor Bupati Asahan kini mencari-cari MA.Warga beramai-ramai mendatangi kantor desa untuk mencari MA.

“Hari ini kami meminta kepada Kepala Desa Sei Alim Hasak untuk memberikan klarifikasi terhadap kasus yang diduga dirinya telah memproduksi pornografi,” kata Adi Chandra, seorang warga, Senin (31/5/2021) kemarin.

Satu sumber lain memberi informasi, video adegan ranjang yang kini viral itu diduga sengaja direkam oleh MA saat tengah berhubungan badan dengan pasangan selingkuhnya,seorang janda warga desanya.

Hingga kini, mbelum diketahui pasti, siapa yang pertama kali menyebarkan video itu hingga bisa viral.Kuat dugaan, video asusila tersebut awalnya disinyalir sengaja direkam MA untuk koleksi pribadi.Sayangnya, video itu kemudian telanjur beredar hingga membuat gaduh masyarakat.

Terkait masalah ini, sejumlah awak media masih berupaya mengonfirmasi MA, kades yang dituduh melakukan aksi asusila bersama seorang janda.Namun saat warga mendatangi kantor desa, MA tak kelihatan batang hidungnya.

Diduga dia sengaja bersembunyi begitu mendengar kabar ada warga yang sempat melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati Asahan.

Terkait hal itu,Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Bapemasdes) Kabupaten Asahan, Azmi mengatakan pihaknya belum ada menerima laporan resmi terkait kasus dugaan amoral ini.

“Kami belum bisa menindak dikarenakan tidak adanya laporan kepada kami untuk hal ini. Baik secara lisan maupun tulisan,” kata Azmi.Dia mengatakan, pencopotan tidak serta merta bisa dilakukan.

Pasalnya, Bapemasdes baru bisa mengambil tindakan jika MA sudah diproses hukum.”Proses hukumkan ada, jadi kami tidak serta merta dapat mencopotnya begitu saja,” ujar Azmi.

Meski begitu, Azmi meminta kepada masyarakat yang merasa keberatan segera menyerahkan rekaman bukti video mesum Kades Sei Alim Hasak ke Bapemasdes. (Rusli E Sitorus)