SPAL-DT KSM Maju Bersama, Gagal Dalam Perencanaan dan Minim Pengawasan

371

SERANG (Banten) ketikberita.com | Program Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPAL-DT) dan Perpipaan, yang berada di lingkungan Pasuluhan, RT 06 RW 02, Kelurahan Pasuluhan Kecamatan Walantaka Kota Serang Banten diduga dalam pelaksanaannya salah tempat.

Untuk mendapatkan informasi yang berimbang dan akurat,ketikberita.com menyambangi lokasi kegiatan SPAL-DT, Sabtu (16/10/2021) sekira pukul 13.00,namun sangat disayangkan baik Falak selaku Konsultan maupun Saepulloh Ketua KSM, sedang tidak berada di lokasi, hanya ada pekerja dan petukang saja.

Ditemui di lingkungan Masjid Baitul Mu’minin Pasuluhan, Ali (50 thn) warga yang tanahnya dijadikan lokasi kegiatan menyatakan seperti ini,”Sebenarnya tempat pembangunan program SPAL-DT pertama itu bukan di tanah yang saya hibahkan ini,melainkan di lingkungan Cibajo RT 10 RW 03, dekat rumah Ketua KSM Saepulloh, di karnakan di situ tidak di izinkan makannya di pindahkan ke sini (tanah hibah)”.

Lanjut kata Ali,”Waktu tanahnya mau di gali untuk pembangunan program SPAL-DT itu Saepuloh datang kerumah ibu saya dia mau ngasih ibu saya uang sebesar 5000.000 juta rupiah, akan tetapi ibu saya Arimah menolak dengan alasan belum musyawarah sama anak anaknya termasuk yang di Jakarta dan saya sebagai ahli warisnya”.

“Saat itu saya bilang sama ibu saya,masa Bu tanah yang sudah di hibah kan ke masyarakat harus di ambil uangnya dan akhirnya ibu saya nurut gak di ambilnya uang tersebut, dan ada pun Saepulloh ngasih 1 selop rokok itu mah buat yang ngecor bukan buat saya,”Jelasnya.

“Saya juga sempat kesal sama Saepuloh itu, masa saya sudah menghibahkan tanah,kok banyak yang datang ke saya, bukan bapak saja yang datang ke saya,sudah 3 kali yang datang ke saya bahkan udah malam juga pernah ada yang datang dua orang hitam-hitam sepertinya dari lembaga juga nanyanya detil-detil lagi, sampai ke triplek dan besi segala kalau itu kan saya gak bisa jawab, karena kan saya mah cuman hibahin tanah doang, masalah itu mah gak tahu sampai istri saya juga sempat marah karena banyak yang datang menanyakan tentang tanah itu,”Ungkap Ali.

Ditempat terpisah Ketua KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) Maju Bersama, Saepulloh saat di konfirmasi membenarkan adanya kesalahan tempat yang sudah di gali eksavator yang berada di lingkungan Sibajo RT 10 RW 03.

“Iya itu kan karena ada kesalah pahaman antara anak anaknya itu, yang satu setuju yang satu nggak setuju makanya saya langsung pindah aja ke sini,”Kata Saepulloh.

Saepulloh melanjutkan,”Adapun mau ngasih uang kepada ibunya pak Ali, saya belum pernah ngomong tapi untuk masalah ngasih rokok itu mah hanya sebatas saya orang lapangan kepada masyarakat dan lagi kumpulan,”Dalihnya.

Sebagai informasi, program Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik (SPAL-DT) dan Perpipaan, yang berada di lingkungan Pasuluhan RT 06 RW 02 Kelurahan Pasuluhan Kecamatan Walantaka Kota Serang, menelan anggaran sebesar Rp. 530.546.200 (Lima ratus Tiga puluh juta Lima ratus Empat puluh Enam ribu Dua ratus Rupiah) bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021 dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender, yang di laksanakan oleh KSM Maju Bersama. (Tisna)