ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Aroma peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai menyelimuti Kabupaten Aceh Singkil. Di sejumlah ruas jalan, lapak-lapak pedagang musiman yang menjajakan bendera Merah Putih dan berbagai atribut kemerdekaan mulai bermunculan, menandai semakin dekatnya perayaan 17 Agustus.
Salah satu pedagang yang telah lebih dulu membuka lapak adalah Ogek, yang berjualan di Jalan TR Angkasa, Jalur Dua Lae Butar, Kecamatan Gunung Meriah. Sejak sepekan terakhir, ia mulai melayani pembeli yang mencari perlengkapan untuk memeriahkan bulan kemerdekaan.
Menurut Ogek, pembeli saat ini didominasi karyawan perusahaan yang tengah mempersiapkan berbagai kegiatan dan perlombaan Agustusan di lingkungan kerja mereka.
“Sudah sekitar seminggu saya berjualan. Sekarang yang paling banyak membeli masih karyawan perusahaan karena mereka sedang menyiapkan perlombaan di afdeling masing-masing,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Beragam atribut kemerdekaan tersedia di lapaknya, mulai dari bendera Merah Putih dengan harga Rp30 ribu hingga Rp130 ribu sesuai ukuran, umbul-umbul seharga Rp20 ribu sampai Rp35 ribu, serta kain dekorasi berukuran delapan meter yang dijual sekitar Rp400 ribu.
Ia mengungkapkan, usaha menjual atribut kemerdekaan sudah menjadi rutinitas yang dijalaninya setiap menjelang bulan Agustus. Seluruh barang dagangannya dipasok dari Pulau Jawa, sementara di luar musim perayaan kemerdekaan, ia bekerja sebagai penjahit.
Ogek memperkirakan lonjakan pembeli akan terjadi pada awal hingga pertengahan Agustus. Pada periode tersebut, instansi pemerintah, sekolah, perusahaan, hingga masyarakat biasanya mulai memasang bendera dan berbagai ornamen merah putih sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus menyemarakkan peringatan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Meningkatnya aktivitas pedagang musiman ini juga menjadi penanda bahwa semangat nasionalisme dan kebersamaan masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan mulai tumbuh, sekaligus menghadirkan peluang ekonomi bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari penjualan atribut Agustusan.
Jika ditayangkan di media online, versi ini terasa lebih hidup, human interest, dan tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga menggambarkan suasana menjelang HUT RI di Aceh Singkil. (R84)






