Puluhan Warga Dusun VIII Pelintahan Sei Rampah Geruduk Lokasi Proyek PT Niagatama Kencana

281

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Permohonan warga setempat tidak dipenuhi oleh perusahaan, yakni tentang pembangunan saluran air, puluhan warga dusun VIII Pelintahan Desa Sei Rampah mendatangi lokasi pembangunan proyek gudang PT Niagatama Kencana, tepatnya didusun VIII Pelintahan Desa Sei Rampah Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Sergai, Jumat (23/4/2021).

Dalam aksi unjuk rasa tersebut warga dengan membawa poster salah satunya bertulisan “PT Niagatama Kencana Dengarkan Tuntutan Kami Segera” menuntut kepada pihak perusahaan harus di bangun saluran air dan mengganti segala kerusakan yang dialami oleh rumah warga akibat dugaan pembangunan gudang proyek dari PT Niagatama Kencana tersebut.

Lanjut warga, lihat, akibat dampak pembangunan proyek gudang ini membuat halaman rumah kami menjadi becek dan digenangi air juga lumpur.

“Sebelum adanya pembangunan proyek gudang PT Niagatama Kencana halaman rumah kami tidak pernah tergenang air, kecuali datangnya musibah banjir itu kita maklumi, namun sekarang hujan satu jam aja halaman rumah sudah penuh air dan lumpur proyek sehingga mau masuk rumah pun terhalang,” ucap Supriana.

Jadi, “jangan cuma janji-janji aja”, padahal sebelum di mulainya pembangunan gudang proyek PT Niagatama Kencana, pihak perusahaan sudah berjanji akan membangun saluran air, namun hingga saat ini belum tampak akan dibangunnya saluran air tersebut membuat halaman rumah kami digenangi air terus-menerus,” pungkas Supriana.

Disisi lain, Nek Turiah (66) warga dusun VIII Pelintahan persis tinggal bersebelahan dengan pembangunan proyek gudang tersebut, membuat dinding kamar rumahnya hancur dan ambruk runtuh akibat dampak dari pembangunan proyek gudang tersebut.

Sekitar pukul 17,30 WIB kemarin, dinding kamar saya bergetar dan runtuh, nasib tidak kena menimpa saya dan tidak mencederai, dan mengatakan “Saya kira Gempa”, kata Nek Turiah.

“Runtuhnya dinding kamar rumah Nenek jelas akibat dari getaran truk pengangkut barang asal PT Niagatama Kencana yang sering lalu lalang memasuki lokasi proyek,” ucap Nek Turiah.

“Nak, saya bermohon kepada pihak perusahaan agar kiranya dapat memperbaiki kerusakan yang dialami rumah saya, karena saya seorang janda, dari mana saya dapat uang untuk mengganti kerusakan dinding kamar yang runtuh dapat makan aja sudah syukur, itupun pemberian dari anak yang bekerja mocok-mocok,” ucap Nek Turiah sambil menangis.(AfGans)