Proyek Hotmic PT. WASKITA Tertunda, Camat Pulau Rakyat Desak, Scrafing Jalan Tetap Dilakukan

329

ASAHAN (Sumut) Ketikberita.com | Sejumlah proyek pembangunan jalan lintas provinsi Sumatera Utara, di wilayah Kabupaten Asahan, tampaknya tertunda proses pekerjaannya.

Sistem kontrak multi Years yang di terapkan Dinas Bina Marga PUPR Pemprovsu dengan rekanan kontraktor sejak tahun anggaran 2022, telah membuat sebagian masyarakat bingung, menilai tentang lambatnya proses penyelesaian pekerjaan, berbeda dengan tahun tahun sebelumnya, dimana dalam 1 (satu) tahun anggaran, sejumlah ruas yang dikerjakan kontraktor, biasanya telah rampung paling lama di bulan Desember , kata tokoh pemuda Asahan Atas Sudirman Marpaung.

Dikutip dari papan informasi Yang terpasang di lokasi proyek, di ketahui, Ada dua titik lokasi pekerjaan kontraktor PT. Waskita – SMJ – Utama KSO, dijalan provinsi lintas Sigura Gura, ruas jalan P.ulau Rakyat – Toba. Keduanya merupakan konstruksi Hotmic, bagian dari multi Years Kontrak, dengan nomor 602/DBMBK/ PEMB /KPA/1665/202 tanggal 10 Juni 2022 , dengan masa kerja 540 hari kalender, Tahun Anggaran 2022/2023.

Hingga saat ini kedua lokasi pekerjaannya telah dimulai prosesnya, namun masih belum rampung dikerjakan.

Muhadi, Pelaksana pekerjaan dari PT. Waskita, saat di konfirmasi ketikberita.com, (26/03/2022) di lokasi pekerjaan ruas P. Rakyat Pekan (sepadan Rel KA Pulu Raja), menyampaikan jika dirinya tidak banyak tahu sebab tertundanya pekerjaan peningkatan jalan ini, “Saya tidak tahu apa sebab tertundanya pekerjaan hotmic Jalan ini, yang lebih tau, tentu pihak UPT PU Bina Marga Tanjung Balai, kilahnya.

Menurut Muhadi, Pihaknya saat ini sedang melakukan pekerjaan Scrafing dan menata permukaan Jalan.

“Kami kesini, atas perintah pimpinan PT. Waskita untuk melakukan Scrafing, dan menata permukaan jalan dengan Alat berat Greater dan Bomag, agar layak di lintasi warga, hal ini di lakukan atas permohonan Camat Pulau Rakyat kepada Waskita (kontraktor), mengingat kondisi jalan saat ini yang semakin parah berlubang, dan supaya nyaman di lintasi warga, dalam suasana bulan suci ramadhan, kata Muhadi.

Senada dengan Camat Pulau Rakyat, Haris Margolang, SH, saat di konfirmasi via WhatsApp, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan kordinasi dengan PT Waskita, perihal permohonan Scrafing jalan tersebut.

“Proses Scrafing jalan ini, sudah yang kedua kalinya dilakukan, semua melalui koordinasi yang baik, tujuannya menciptakan suasana nyaman bagi warga masyarakat melintas, terutama selama suasana bulan ramadhan dan hingga menyambut Hari Raya Idul Fitri. Sebab jalan ini merupakan poros Utama yang menghubungkan banyak wilayah di Asahan ini, pungkas Haris.

Di ketahui sebelumnya bahwa di ruas jalan yang belum rampung dikerjakan oleh pihak kontraktor ini, telah merenggut 2 (dua) korban jiwa pengguna jalan, sehingga banyak warga masyarakat berharap kepada Gubernur Sumut, agar segera mendesak Kontraktor PT Waskita menyelesaikan pekerjaannya. (KBM)