Pemkab Sergai Akan Kaji Proyeksikan Lahan Cetak Sawah di Dua Kecamatan di Pinggiran Pantai

233

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Meskipun pembangunan infrastruktur tampak sangat menonjol dalam program kerja Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) di bawah kepemimpinan Bupati H. Darma Wijaya dan Wakil Bupati H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, namun realisasi program lain yang terkandung dalam Sapda (Sapta Dambaan) tetap mendapat perhatian dari keduanya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Sergai Darma Wijaya dalam rapat Pembahasan Usulan Lokasi Objek Konsolidasi Tanah dengan beberapa OPD terkait yang dilaksanakan di Ruang Rapat Wabup, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Jumat (14/1/2022).

Bupati menyebut, tema yang jadi pembahasan pada hari ini utamanya berhubungan dengan program Pertanian Mandiri dan Berkelanjutan, karena bertujuan untuk mendiskusikan secara komprehensif terkait peningkatan program cetak sawah di Sergai.

“Sergai ini sejak lama sudah dikenal sebagai lumbung padi di Provinsi Sumatera Utara. Untuk itu kita ingin menjaga konsistensi kuantitas produksi pertanian Sergai, salah satunya dengan memberdayakan lahan yang ada sebagai lokasi persawahan,” ucap Bupati di hadapan para Staf Ahli, Asisten, Kepala dan perwakilan OPD terkait.

Bupati mengatakan, ada 4 kawasan hutan di dua kecamatan di Sergai yaitu di Tanjung Beringin dan Teluk Mengkudu, yang diproyeksikan untuk menjadi lahan cetak sawah. Keempat lokasinya yaitu daerah Bagan Kuala, Nagur, Pematang Kuala, dan PT. DMK di Bagan Kuala.

“Saya pikir akan sangat baik jika seluruh area pemukiman warga yang berada di kawasan hutan bisa dikaji untuk difungsikan sebagai lokasi cetak sawah,” ucapnya.

Terkait rencana implementasi program ini, Bupati kemudian berpesan agar setiap pihak yang terlibat saling bekerja sama dan menghindari sikap ego sektoral.

“Jangan sampai terbawa ego. Orientasi kita adalah bagaimana supaya tujuan kita tercapai. Tentunya yang terpenting semua harus sesuai dengan mekanisme. Dari awal sampai akhir kita wajib ikuti aturan yang berlaku,” tegas Bang Wiwiek, sapaan akrabnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas PUPR Johan Sinaga secara singkat merinci luas 4 kawasan hutan yang dicanangkan untuk program cetak sawah, dengan prioritas di Desa Pematang Kuala.

“Dapat saya sampaikan ke Pak Bupati jika masing-masing wilayah yang kita proyeksikan adalah Pematang Kuala seluas 800 Ha, Nagur 200 Ha, Bagan Kuala 94 Ha dan PT. DMK juga Bagan Kuala seluas 249 Ha,” ucapnya. (AfGans)