Pelanggan PLN Rayon Sei Rampah Minta Ganti Barang Elektronik Rusak Akibat Aliran Listrik Hidup Mati

308

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Pelanggan PT. PLN Rayon Sei Rampah langsung merespon statemen maupun semacam intruksi kepada pegawai yang ditugaskan ke lapangan oleh Menejer PT. PLN Rayon Sei Rampah yang ingin memutuskan aliran listrik dan membongkar meteran pelanggan,dikarenakan mengalami tung gakan satu bulan.

Pihak PLN semestinya mikir di Pandemi Covid-19 saat ini masyarakat sangat susah bahkan ada yang tidak bekerja disebabkan perusahaan mengurangi karyawannya.

“Kita minta Presiden Jokowi yang peduli terhadap derita masyarakat bawah di Pandemi Covid-19 menegur keras pimpinan PLN Sumatera Utara, Lubuk Pakam dan PT. PLN Rayon Sei Rampah, yang dinilai sesuka hati memberikan pelayanan dan bertindak kepada masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai,Sumatera Utara, yang menjadi pelanggan.

Barang elektronik berupa AC mengalami rusak akibat aliran listrik padam bolak balik dan tidak pernah diganti oleh pihak PT. PLN Rayon Sei Rampah. Tapi, jika pelanggan terlambat melakukan pembayaran tagihan rekening PLN satu hari saja langsung didenda.

Itu sama halnya egois dan hanya mementingkan keuntungan saja tanpa memikirkan hancur dan kecewanya pelanggan akibat barang elektronik rusak.

“Jangan mau enaknya saja PLN itu tanpa memikir kan kerugian yang sudah lama dialami oleh pelanggan akibat listrik padam. Tindakan pemutus an boleh dilakukan dengan terlebih dahulu membe rikan dihimbauan dengan nelayangkan surat peringatan 1,2 3, sebab situasi perekonomian secara nasional mengalami goncangan kuat dampak dari Covid-19, banyak pelanggan yang mengalami kesulitan perekonomian dan menurun pendapatannya karena dibatasi aktivitas diluar”. Ucap Sri Rahayu salah satu pelanggan berdomisili di Desa Firdaus,Kecamatan Sei Rampah,Sergai, pada Rabu sore (3/11/2021).

Ia meminta pimpinan PLN bijak dalam menerapkan aturan. Jika 1500 pelanggan diputus aliran listrik dan mendatangi kantor PLN memibta ganti rugi atas kerusakan barang elektronik, gimana apa sudah siap menggantinya. Tegas Sri dengan nada kecewa.

Saya terus terang hingga bulan November 2021 belum menunggak dan diminta pihak PLN agar benar -benar menghitung pemakaian listrik oleh pelanggan. Jangan sampai pelanggan dirugikan. Ujarnya. (AfGans)