Home / Ketik Berita / Ekonomi & Bisnis / OJK Dorong Pengembangan Jagung Rakyat Tapanuli Utara

OJK Dorong Pengembangan Jagung Rakyat Tapanuli Utara

TAPANULI UTARA (Sumut) ketikberita.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sepakat untuk melakukan kerja sama pengembangan jagung rakyat di wilayah Tapanuli Utara dengan menandatangani Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama Skema Pengembangan Jagung Rakyat Tangguh (SEJAGAT), sekaligus Sosialisasi kepada Petani di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Kamis (25/06).

Kesepakatan inu merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pengembangan komoditas jagung sekaligus memperluas akses pembiayaan sektor produktif guna mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Provinsi Sumatera Utara, Yovvi Sukandar, menyampaikan bahwa OJK terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi ekonomi nasional dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

“Sejalan dengan hal tersebut, OJK berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah atau PED. Program ini merupakan wujud dukungan OJK terhadap visi Indonesia Emas 2045 melalui transformasi ekonomi, khususnya dengan mendorong peran sektor jasa keuangan dalam pembiayaan sektor produktif di daerah,” ujar Yovvi.

Lebih lanjut, OJK menilai bahwa pengembangan jagung di Kabupaten Tapanuli Utara memiliki relevansi yang tinggi karena berkaitan langsung dengan penguatan ketahanan pangan, pengendalian inflasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sebagai salah satu bahan baku utama pakan ternak, penguatan produksi jagung diharapkan dapat mendukung stabilitas harga pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis sektor riil.

Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menyampaikan apresiasi atas program yang telah dilaksanakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tapanuli Utara.

Menurutnya, kolaborasi antara OJK Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Daerah, lembaga jasa keuangan, serta Perum Bulog sebagai offtaker diharapkan dapat memperkuat ekosistem pengembangan jagung rakyat, meningkatkan pemahaman dan wawasan masyarakat dalam menjalankan usaha pertanian, mengelola arus kas usaha, serta memberikan kepastian penyerapan hasil panen sehingga sektor pertanian dapat terus berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para petani juga memperoleh edukasi mengenai akses pembiayaan, pengelolaan keuangan, pelindungan konsumen sektor jasa keuangan, mitigasi risiko usaha tani, perlindungan asuransi pertanian, serta program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Edukasi tersebut disampaikan oleh narasumber dari OJK Provinsi Sumatera Utara, Bank Sumut, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), dan BPJS Ketenagakerjaan. Melalui kegiatan ini, para petani diharapkan dapat semakin memahami pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal, mengelola keuangan usaha secara lebih baik, serta memperkuat mitigasi risiko dalam menjalankan usaha pertanian secara berkelanjutan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama SEJAGAT diharapkan dapat membangun ekosistem pengembangan jagung yang semakin kuat dan terintegrasi, dengan melibatkan Pemerintah Daerah, petani, sektor jasa keuangan, Perum Bulog, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan, memberikan kepastian pasar bagi petani, memperluas akses pembiayaan sektor produktif, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Tapanuli Utara. (r/red)