Awas…… Hati Hati Masyarakat Dengan Bisnis Online Penipuan

94
Ilustrasi

MEDAN ketikberita.com | Akibat Covid 19 terus menerus menerpa bangsa Indonesia, termasuk Kota Medan, sudah banyak sekali masyarakat jatuh miskin, apalagi akibat Plaza dan Mall sudah banyak yang tutup, pengangguran pun semakin banyak, ditambah lagi para pedagang sudah mulai sepi pembeli,maka semakin sulitlah kehidupan semenjak tidak berhentinya Pandemi Covid 19.

Sekarang banyak orang ingin makan dan ingin menyekolahkan anaknya, jadi segala macam cara orang melakukan yang tidak pantas dan mendapatkan uang haram, karena untuk mendapat uang Halal zaman sekarang memang sudah susah didapat. Hal tersebut diungkapkan salah satu Ojol Sukardi.

Menurut Kardi…Untuk mendapatkan uang, sekarang ini berjamur masyarakat berbisnis OnLine, karena hanya berbisnis OnLine inilah masyarakat memperpanjang kelangsungan hidupnya, tapi ada beberapa oknum masyarakat yang ingin bermain curang, dengan menggunakan Jasa Ojol atau Ojek OnLine, oknum masyarakat yang nakal dalam berbisnis OnLine beraksi dengan menipu mangsanya.

Dengan di awali hubungan bisnis melalui Shoope dan sejenisnya, oknum masyarakat “Pemburu” yang membuat curang saling melakukan transaksi, namun Oknum Masyarakat si “Pemburu” ini menelepon salah satu masyarakat, untuk meminta mengirimkan uang terlebih dahulu dengan salah satu korban masyarakat, dengan catatan setelah dikirim atau ditransfer uangnya, dengan bahasa nanti memakai Jasa Driver Ojol atau Ojek OnLine (Maxim, Gojek, dan Grab Red-), maka terjadi deal.

Setelah terjadi deal Oknum masyarakat atau si Pemburu ini membuat Aplikasi ke Driver Ojol atau Ojek OnLine (Maxim, Gojek,Grab Red-). Setelah sudah tersambung ke salah satu Driver Ojol, maka Oknum Masyarakat Penipu itu mulai beraksi dan berkata manis dengan Driver Ojol tersebut. Biasanya Pihak Penipu selalu meminta untuk membeli pakaian baju atau celana, dengan catatan mendahulukan uang Driver Ojol tersebut. Kalau beraksi jaraknya yang ditempuh pasti jauh, agar si Driver Ojol capek dan tidak mau lagi ke tempat pembelian tersebut.

Lanjut Kardi pihak si Driver pun mau mendahulukan uang tersebut untuk mendapatkan pakaian Baju atau Celana, dan harganya tidak tanggung-tanggung, diatas Rp100.000 dan ada sampai Rp 700.000. Ketika si Driver mendahulukan uangnya, maka si Driver bertanya kembali, apakah Pembelian ini benar atau Nipu, pihak penjual yang sudah di tipu sama Si Pemburu mengatakan pasti ada yang nampung sesuai alamat dituju.

Namun pihak Ojol jangan mau juga di bohongi, dan harus berkata “jika tempat tujuannya tidak ada, maka uang produk yang dibayar dari awal untuk bisa dikembalikan, dan ongkir pergi dan pulang harua ditanggung si pebisnis onlinenya.

Lanjut Kardi bermohon kepada masyarakat agar berhati-hatilah berbisnis OnLine, jangan tergiur produk kita dibeli dan uang besar, harus mau juga mengatakan dengan Si Penipu dan memastikan apakah siap ditampung ditempat dan harus mau membayar sama Driver Ojolnya.

Dan pihak Driver Ojol jangan mau juga di bohongin, harus bisa memastikan apakah Uang yang sudah di dahului untuk membeli Produk, akan bisa kembali atau diganti dan harus siap juga membayar uang Pergi dan Pulang, jika Produknya gak ada yang nampung.

Jika tidak dapat dikembalikan uangnya, pihak Driver Ojek OnLine, harus siap mengadukan permasalahan ini ke Pihak Berwajib atau Ke Polisi. Supaya di Tangkap dan di Penjara. (Said Kamal S.Sos)