Masyarakat Peduli NKRI Gelar Dengar Pendapat Masyarakat (DPM)

0
67
Teks Foto: DIABADIKAN, Anggota DPR RI, H.Raden Muhammad Syafi’I, SH, MHum diabadikan saat Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan topik ‘Pemilu Damai Dalam Bingkai Kesatuan NKRI’ di Medan baru-baru ini.

Teks Foto: DIABADIKAN, Anggota DPR RI, H.Raden Muhammad Syafi’I, SH, MHum diabadikan saat Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan topik ‘Pemilu Damai Dalam Bingkai Kesatuan NKRI’ di Medan baru-baru ini.

MEDAN ketikberita.com | Masyarakat Peduli Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Sumut menggelar rapat Dengar Pendapat Masyarakat (DPM) dengan topik ‘Pemilu Damai Dalam Bingkai Kesatuan NKRI’ di Medan, Rabu (16/1). DPM tersebut dihadiri 150 orang dan bertindak sebagai MC adalah M.Zaki Syahreza.

Dalam sambutannya, Ketua Rumah Aspirasi Romo Center, Ir.Tosim Gurning mengharapkan, dengan DPM tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita dari nara sumber yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, H.Raden Muhammad Syafi’i, SH, MHum.

Menjawab pertanyaan Zulkifli soal landasan memilih pemimpin dalam Islam dibandingkan dengan demokrasi yang berlaku di dunia saat ini, Raden Syafi’I yang akrab disapa Romo menyebutkan bahwa dalam Islam memilih pemimpin itu wajib sedangkan dalam demokrasi modern memilih pemimpin itu hak. Dari kedua dimensi ini memang memiliki konsekuensi baik bagi yang dipilih maupun yang memilih.

“Bila dalam konsep Islam konsekuensi ini melihat pada seorang pemimpin yaitu Allah SWT akan meminta pertanggung jawaban dari setiap pemimpin dan dalam aplikasi dan perwujudannya pemimpin harus memiliki integritas dan kapasitas, antara lain jujur, cerdas, amanah serta terbuka, transparan dan mampu berkomunikasi,”ujarnya.

Dalam demokrasi modern, lanjut Romo, hak memilih pemimpin bersifat hak dan nilai – nilai individual dalam hal ini lebih mendominasi dengan landasan Hak Asasi Manusia (HAM) dan pertanggung jawaban seorang pemimpin di akomodasi dalam sistem ketatanegaraan yaitu Dasar Negara dan Sistem Perundang – Undangan yaitu konstitusi sebagai landasan hukum yang mengikat masyarakat.

Menurut Romo nilai-nilai moral seperti kejujuran dan amanah menjadi sangat melekat dalam individu- individu karena ada kecenderungan demokrasi modern landasannya adalah demokrasi liberal yang memiliki paradigma agama tidak boleh disatukan dengan politik.

“Perbedaan ini menjadi hal yang paradoks dalam dinamika politik di Indonesia dan sering menjadi benturan konflik kepentingan. Syukurnya Indonesia memiliki landasan yang kuat yaitu Pancasila dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.(er)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here