Kuasa Hukum Lapor ke Poldasu, Pengerusakan Rumah Induk Posko RAMPAH

0
135

 

SERGAI (Sumut),ketikberita.com – .Pengrusakan dan penyerangan rumah induk posko RAMPAH (Rakyat Menggugat Perampasan Tanah ) serta menyerang kehormatan M Arsyad Nasution yang dilakukan Pengusaha PT Soeloeng Laoet,  di Desa Sinah, Kasih, Kec.Sei Rampah, Kab Serdang Bedagai, Sumatera Utara, beberapa hari lalu, dilaporkan ke Polda Sumut, Selasa (28/2)

Kuasa Hukum Adv,Ampera Medan, November Zebua, SH dan rekan-rekan, mendampingi korban M Arsyad Nasution (72) Ketua RAMPAH, kami  melaporkan kasus pengerusakan bersama-sama dan penyerangan kehormatan M Arsyad Nasution di Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Sumatera Utara.

Keterangan yang di himpun Wartawan di Mapolda Sumut, Kuasa Hukum Tim Adv Ampera, November Zebua, SH, mengatakan, kita bersama teman-teman melaporkan hal ini ke Poldasu, melalui SPK Poldasu, namun bukan tidak diterima laporan kita ini, tapi kita akan menyiapkan seluruh berkas laporannya, tetapi kita laporkan kasus pengerusakan secara bersama-sama dan penyerangan kehormatan M Arsyad Nasution, kata Zebua.

Zebua, melanjutkan, kami ingin proses ini berjalan dengan secara cepat dan independent,dan berkeadilan, kami sadar bahwa yang kami laporkan orang besar tetapi kami tidak gentar, kami dari LBH dan kawan-kawan yang kami masih meyakinkan, bahwa apakah kita sama didepan hukum,nah tapi kita lihat nanti apakah kita sama di depan hukum, kata Zebua.

Pada kesempatan itu Adv.LBH Ampera, Ismed Lubis, mengatakan bahwa kelompok masyarakat ini, sudah tiga kali mendirikan posko dan yang dirusak ini rumah induk posko yang permanen, sudah tiga kali posko yang mereka buat di hancurkan, tetapi yang kita lihat di Video rumah induk posko permanen yang dibangun masyarakat itu yang dihancurkan pengusaha David Tan bersama-sama dengan karyawannya, dan kini mereka mendirikan rumah posko disbelahnya, saya mendapingi M Arsyad Nasution bersama kawan-kawan LBH lainnya, kata Ismedi Lubis.

Sementara itu Ketua RAMPAH, M Arsyad Nasution di dampingi Sekretaris, Azwen Fadley, mengatakan, bahwa pengrusakan itu untuk kesekian kalinya, rumah induk posko RAMPAH, kita bangun sebagai posko pengamanan patok bambu yang bertulikan BPN RI, sebagai tapal batas, antara batas kebun dan batas tanah milik masyarakat 10 kelompok, sejak habisnya HGU PT Soeloeng Laoet 31 Desember 2014, kita sudah melakukan kesepakatan yang tertuang dalam berita acara kesepakatan bersama dalam rangka pelaksanaan pengukuran pengembalian batas untuk penanganan dan penyelesaian sengketa tanah antara kelompok 10 Kuasa M Arsyad nasution dengan PT Soeleong Laoet, pada tanggal 3 Oktober 2013 dan pengukuran lahan menentukan tapal batas pada tanggal 20 November s/d 24 Desember 2014

Kata M Arsyad, lagi bahwa kita mendirikan rumah induk posko RAMPAH, supaya penjagaan patok yang sering hilang dan kini sudah berhilangan, ini juga dulunya posko kami dirusak dan kami dirikan lagi, tetapi posko kami dirusak, dibakar dan seluruh patok pagar hilang, dan aksi itu diketahui anggota dan kami berhasil menahan, sepeda motor milik centeng dan kita laporkan ke Polres Serdang Bedagai, begitu juga pengrusakan rumah induk posko RAMPAH yang kami buat secara permanen, pada tanggal 7 September 2016 rumah posko induk tersebut dihancurkan atas perintah Pengusaha PT SL David Tan dan ratusan karyawan menghancurkan rumah induk posko rata dengan tanah dan juga beberapa posko lainnya, kata M Arsyad.(AfGans)