Bawa Uang Asing Diatas 1 M Didenda Rp 300 Juta

0
37

MEDAN ketikberita.com | Direktur Departemen Pengelolaan Devisa BI Rudi Hutabarat mengungkapkan Bank Indonesia (BI) tidak main-main dalam pembawaan Uang Kertas Asing (UKA).Hal tersebut diungkapkan Rudi pada Sosialisasi ketentuan pembawaan uang kertas asing kedalam dan keluar daerah pabean Indonesia, Selasa (2/10/2018) di Medan.

Melalui Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 20/2/PBI/2018, siapa saja yang membawa uang kertas asing di atas Rp 1 miliar tanpa izin, akan didenda 10% hingga maksimal Rp 300 juta.

“Setiap individu atau orang dilarang melakukan pembawaan uang kertas asing ke dalam dan luar daerah pabean Indonesia dengan jumlah di atas Rp1 miliar,” tuturnya dalam Sosialisasi Ketentuan Pembawaan UKA ke dalam dan ke luar daerah Pabean Indonesia, saat berkunjung ke Kantor Perwakilan BI Sumut, Medan, kemarin.

Menurut dia, hanya Badan Berizin yaitu Bank dan Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB) yang telah memperoleh persetujuan BI yang dapat melakukan pembawaan UKA lintas batas di atas Rp 1 miliar.

Sanki atas pelanggaran PBI Pembawaan UKA tersebut antara lain dari sanksi denda, sanksi administratif dan sanksi lainnya berupa rekomendasi kepada otoritas berwenang untuk dapat dikenakan sanksi.

“Semua pihak yang tidak memiliki izin atau persetujuan pembawaan UKA termasuk individu, dikenakan denda 10% dari seluruh UKA yang dibawa, maksimal Rp300 juta. Begitu juga Badan Berizin yang membawa UKA melebihi jumlah UKA yang disetujui BI dikenakan denda 10% dari selisih jumlah antara UKA yang di bawa dengan yang disetujui BI, maksimal Rp300 juta,” ucapnya.

Rudi bilang, ketentuan PBI Pembawaan UKA tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan kontrol devisa, namun lebih kepada pengaturan dari sisi lalu lintas pembawaan uang kertas asing (tunai). Dan pihak-pihak yang ingin membawa mata uang asing di atas Rp 1 miliar dapat dilakukan melalui instrumen non tunai. (er)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here