Wakil Ketua DPRD: Pelajar Pancasila Harus Berjiwa Nasionalisme, Anti Narkoba & Tawuran

208

TANGERANG (Banten) ketikberita.com | Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto menghadiri upacara dalam rangka pembinaan Profil Pelajar Pancasila Kota Tangerang di Lapangan Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 203/Arya Kemuning (AK), Kota Tangerang, Rabu (14/12/2022) pagi.

“Hari ini adalah kegiatan mengenai pembinaan profil pelajar Pancasila Kota Tangerang yang diikuti oleh 300 pelajar SMA, 300 pelajar SMK dan 300 pelajar SMP, jadi total ada 900 peserta pelajar Kota Tangerang,” papar Turidi Susanto usai upacara.

Menurut Turidi, tujuan diadakannya kegiatan ini guna menindaklanjuti kegiatan perdana pada 1 Oktober 2016 lalu, yaitu Deklarasi Pelajar. Kegiatan ini memang sering kita lakukan, namun di saat pandemi sempat vakum dan akhirnya baru bisa dilaksanakan sekarang.

“Saya harap para pelajar agar dapat ikut berperan aktif dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, bukan malah menjadi pemecah belah,” katanya.

Lebih lanjut, Turidi juga mengatakan bahwa Pelajar itu harus memiliki jiwa nasionalisme dan cinta NKRI. Pancasila mengajarkan kita tentang Ketuhanan Yang Maha Esa, Jiwa Sosial, demokrasi dan persatuan bangsa. Artinya disini, nilai-nilai inilah yang kita harap untuk tumbuh pada seluruh pelajar yang ikut kegiatan Profil Pancasila hari ini.

“Ini tujuannya disamping dari sekolah diambil sekitar 7 peserta yang bertujuan untuk memaksimalkan mereka untuk ikut kegiatan ini. Ketika mereka semua hadir pada kegiatan ini, kita harapkan agar mereka dapat memberi nilai-nilai positif sehingga kita bisa meminimalisir kegiatan negatif pelajar seperti melakukan tawuran dan narkoba,” katanya lagi.

Politisi Gerindra tersebut juga berharap agar pelajar dapat selalu focus terhadap pendidikan mereka disekolah juga untuk proses masa depan mereka. Tentunya ini sangat efektif, kita telah membuktikan pada aksi tawuran yang memakan korban pelajar SMA 4 di tahun 2016, dan saat itu kita langsung melakukan deklarasi ‘anti tawuran’ yang artinya pelajar sendiri yang bergerak untuk anti tawuran.

“Ini bisa langsung menurunkan dengan drastis dari frekuensi yang kita hitung dari 70 persen menjadi 20 persen penurunannya. Artinya kesadaran ini harus kita bangun dari diri kita sendiri serta menanamkan bahwa sesama pelajar adalah saudara semua. Tentunya kita akan mengingatkan kembali kepada peserta untuk tidak melakukan tawuran dan harus melakukan perbuatan baik, berprestasi dan berakhlakul karimah,” pungkas Turidi. (Ron)