Arman Depari : Indonesia Darurat Narkoba

0
69
Ket foto : Deputi Penindakan BNN Irjen Pol.Arman Depari

MEDAN ketikberita.com | Meski telah gencarnya pihak BNN dan Kepolisian mengungkap berbagai jaringan dan modus menyeludupkan narkoba ke Indonesia, bahkan dinyatakan perang dengan menembak mati bagi yang melawan dan hukuman penjara diperberat dengan hukuman mati terhadap bandar narkoba.

Akan tetapi Indonesia belum merdeka dari narkoba, tetap saja mereka bernyali, tetap nekad menyeludupkan narkoba. Begitu juga pengedar juga makin marak. Bahkan bandar dan pengedar yang sudah dalam lembaga pemasyarakatan (LP) pun masih bisa mengendalikan bisnis narkoba. Sangat miris..!

Deputi Pemberantasan dan Penindakan BNN, Irjen Arman Depari mengatakan, peredaran narkotika semakin mengkhawatirkan. Pasalnya, BNN kembali meringkus dua ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai kurir.

“Dari tangan pelaku, kami mengamankan 2 paket sabu dan 10.609 butir ekstasi,” katanya, Jumat (17/8/2018).

Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap bandar narkotika yang melibatkan dua ibu rumah tangga bersama tiga orang pria lain. Keseluruhnya di halaman parkir Hotel Emma Graha dan halaman parkir hotel Sabrina Pekanbaru, Riau, Kamis (16/8) kemarin.

Diutarakan Arman, pengungkapan itu berasal dari didapatkannya informasi akan adanya serah terima sejumlah paket narkotika milik Zakir dari LP Palembangm yang diatur oleh Ratna yang nantinya sabu akan diberikan pada Ayu dan Herman.

Barang bukti 2 paket sabu dan 10.609 butir ekstasi
“Kami tangkap di Hotel Emma berupa 1 buah plastik merah yang berisi narkotika pada saat serah terima,” terangnya.

Dari hasil interogasi, kata Arman, petugas melakukan pengembangan dan menangkap Ratna Wati, M. Yasir, dan Wahyudi, di hotel Sabrina. Dari keterangan para tersangka seluruh kegiatan dikendalikan oleh pemilik narkoba bernama Zakir napi yang ditahan di LP Palembang.

“Rencana narkotika iti akan dibawa dari Pekanbaru ke Palembang, masing-masing mendapat upah Rp20 juta sampai Rp50 juta,” ujar Arman.

Dari pengungkapan itu Arman menilai Indonesia belum merdeka karena peredaran narkotika masih marak. Apalagi belakangan ini banyak wanita dan anak-anak terlibat dalam kasus narkotika.

“Maka dari itu, perlu dukungan dari semua pihak untuk membuat negara Indonesia merdeka dari narkotika,” harapnya.

Lanjutnya Arman,”Dan saya tegaskan kita nyatakan perang dengan para bandar dan pengedar narkoba,saat ini Indonesia dalam keadaan darurat narkoba,”tegasnya.

Menurut jenderal bintang dua ini, untuk memberantas narkotika, perlu mendapat perhatian serius dan sekaligus refleksi kita pada hari kemerdekaan RI yang ke-73 ini. Hal itu diperlukan agar masyarakat dan generasi muda juga merdeka, terbebas dari jerat narkoba, membangun jiwa dan membangun raga seperti lagu kebangsaan kita.

“Jadi bukan hanya membangun secara fisik untuk kepentingan pencitraan, mari kita menyiapkan masa depan yang sehat, cerdas dan berbudi pekerti,” ajak Arman.

“Saat ini jangan hanya mementingkan diri dengan mengejar-ngejar jabatan atau berkelompok mengejar kekuasaan, tapi kita lupa melindungi dan membentengi generasi muda dari serangan massif narkoba. Dengan bersatunya semua, pastinya Indonesia merdeka dari narkotika,” pungkasnya.(Abdul Halil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here