Satuan Reskrim Polres Langsa Ungkap Kasus Prostitusi Online

53

LANGSA (Aceh) Ketikberita.com | Kapolres Langsa, AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH melalui Kasatreskrim, IPTU Krisna Nanda Aufa, S, Tr.K mengatakan saat Konferensi Pers saat pengrebekan itu telah kita amankan pemilik rumah, yaitu ER, (44) IRT, warga Dusun Damai Gamping Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa dan DP (23), wiraswasta, penduduk dusun damai Desa Sidorejo Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa yang berperan sebagai pengantar atau kurir dan perantara wanita, demikian katanya, Selasa (12/10/2021).

Sambung Kasat, terbongkarnya jaringan ini berkat informasi dari masyarakat setelah itu pada Minggu (3/10/2021) sekira pukul 19.00 Wib anggota Satreskrim Polres Langsa melakukan penyelidikan menuju ke tempat yang dimaksud. Setelah dilakukan penangkapan terhadap kedua pelaku sebagai muncikari, juga penyedia fasilitas dan mempromosikan jarimah zina dan turut disita barang bukti berupa uang sebesar Rp.400.000, tiga buah handphone dan satu sepeda motor Vario dengan Nopol BL 5305 FA warna hitam.

Terungkapnya bisnis prostitusi online tersebut saat tersangka ER menghubungi seorang laki-laki yang sebelumnya hendak memesan wanita, dan mengatakan tarif untuk melakukan hubungan seksual dengan wanita (pekerja seks) yaitu shorttime sebesar Rp.400.000, sedangkan longtime sebesar Rp.700.000.

Setelah disepakati harga tersebut, tersangka ER menghubungi tersangka DP untuk menghubungi wanita (pekerja seks) yang mana sebelumnya wanita (pekerja seks) tersebut sudah terlebih dahulu menghubungi tersangka DP untuk meminta job dan laki-laki pemesan tiba di Kota Langsa.

Kemudian, tersangka DP dengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam BL 5035 FQ menjemput laki-laki pemesan tersebut menuju ke rumah tersangka ER. Lalu tersangka DP juga menjemput wanita (pekerja seks) menuju ke rumah tersangka ER.

Saat wanita (pekerja seks) tiba di rumah, tersangka DP langsung mengarahkan wanita (pekerja seks) masuk ke dalam kamar khusus dan laki-laki pemesan harus membayar uang secara tunai terlebih dahulu sebesar Rp.400.000.

Adapun dari hasil tersebut tersangka DP mendapat keuntungan sebesar Rp.150.000 dan tersangka ER mendapat uang sebesar Rp.100.000 sementara wanita (pekerja seks) mendapat uang sebesar Rp.150.000, jelasnya.

Kini perbuatan tersangka dijerat dengan menyediakan atau mempromosikan Jarimah Zina dan menyelenggarakan fasilitas atau mempromosikan pasal 33 ayat 3 jo pasal 25 ayat 2 jo pasal 23 ayat 2 qanun aceh 2014 tentang hukum jinayat. Dengan ancaman hukuman 100 kali cambuk atau penjara 100 bulan, tutup Kasat. (AA)