Prihatin Dengan Skenario Perpanjangan PPKM Darurat,BEM Universitas Faletehan Gelar Diskusi Interaktif

144

SERANG (Banten) ketikberita.com | Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Faletehan, Jumat 23/07/2021 menggelar diskusi yang dilaksanakan secara virtual (red-zoom meeting) dengan mengangkat tema Skenario Perpanjangan PPKM Darurat, Efektivitas PPKM Darurat dan Vaksinasi Dalam Menekan Lonjakan Covid 19.

Berkaca dari PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli 2021 kemarin, tetapi kasus harian covid 19 justru tak kunjung turun bahkan meningkat drastis,dapat di lihat dari kasus per 20 Juli di Provinsi Banten 87.558 (kasus konfirmasi), 19.107 (masih dirawat) 66.411 (sembuh) 2.040 (meninggal).

Dr.Riris sebagai perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Serang menilai PPKM Darurat belum efektif menurunkan kasus karena tidak ada larangan mobilitas yang jelas, kolapsnya rumah sakit dan overload nya ruangan covid dari lonjakan kasus di Serang yang makin meningkat bahkan kurangnya kesiapan sarana prasarana dari fasilitas rumah sakit yang ada di Banten .

Bahkan sarana vaksinasi yang masih belum merata secara masif ke tingkat desa belum juga tercapai oleh pemerintah.

Menurut AKP Deni Ramdani selaku PLH Kasubdit 3 Sosial Budaya Polda Banten yang juga nara sumber pada diskusi tersebut mengatakan,melihat kurang efektifnya program vaksinasi secara masif juga dari keterbatasannya jumlah vaksinator yang ada di Provinsi Banten , bahkan beliau menegaskan untuk memberdayakan vaksinator dari instansi pendidikan yang ada di daerah Banten agar pelaksanaan vaksinasi ini berjalan lebih cepat merata terhadap masyarakat karna sebagai upaya pemerintah untuk melakukan tindakan preventif dan menekan lonjakan covid 19.

M.Zidan Nugraha,selaku moderator mengingatkan Pemerintah harus mengevaluasi dulu beberapa pekan penerapan PPKM darurat. Sejauh mana kebijakan ini efektif menekan mobilitas masyarakat dan laju penyebaran covid 19, dilihat juga dampak terhadap ekonomi karena penerapan PPKM Darurat ini serta evaluasi pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

Djaka Adiwinata.SE.MM, Dosen Ekonomi Universitas Falatehan dan pengamat ekonomi menegaskan,”Ekonomi yang terjadi di Indonesia dari awal Januari kemarin sudah mulai membaik , tapi di bulan Juli kemarin kembali turun lagi,seperti mengalami kejadian yang sama di awal Juli di tahun 2020 kemarin”.

Ns.Ani Haryani S.Kep, M.Kep,selaku satgas covid 19 Universitas Faletehan menghimbau kepada semua masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yg ketat , karena biasanya kelengahan kelengahan kita juga seringkali dari orang orang terdekat kita maka dari itu tetap pastikan dan berusaha untuk tetap menggunakan prokes agar laju penyebaran covid ini cepat kita atasi bersama.

Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Faletehan,Uswatun Hasanah mengatakan, “Melihat persoalan ini semua, kami Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Faletehan mengajak seluruh mahasiswa dan instansi khususnya kesehatan, untuk membantu memberikan upaya terbaik dan memiliki peran dalam percepatan penanganan salah satunya gerakan vaksinasi nasional, kesimpulan dari diskusi ini kita bisa melihat dari evaluasi pelaksanaan PPKM seperti dampak ekonomi dan evaluasi pemulihan covid 19 melalui vaksinasi sebagai salah satu ikhtiar kita untuk mengakhiri pandemi, namun itu semua tidak akan terwujud tanpa adanya peran kita semua khususnya mahasiswa dan elemen pemuda”. (Ohin)