Home / Ketik Berita / Ekonomi & Bisnis / OJK dan Pemkab Karo Perkuat Budaya Menabung Pelajar

OJK dan Pemkab Karo Perkuat Budaya Menabung Pelajar

BERASTAGI (Sumut) ketikberita.com | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo terus memperkuat budaya menabung dan memperluas akses keuangan formal bagi generasi muda melalui peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) GBKP Masehi Berastagi, Kabupaten Karo, Rabu (12/8), tersebut diikuti 200 pelajar dari jenjang SD, SMP, dan SMA yang berada dalam satu yayasan pendidikan.

Pelaksanaan HIM 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia sekolah sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Kegiatan ini juga mendukung implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) melalui penguatan literasi dan perluasan akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang aman, bermanfaat, dan sesuai dengan kebutuhan.

Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Sumatera Utara Yusri mengatakan bahwa membangun kebiasaan menabung sejak usia sekolah merupakan langkah penting dalam membentuk perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab.

Yusri menambahkan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan generasi muda merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 dan Asta Cita Pemerintah.

“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar pelajar tidak hanya memiliki rekening, tetapi juga memahami manfaat dan cara menggunakan produk jasa keuangan secara tepat. Karena itu, Hari Indonesia Menabung perlu terus diperluas agar semakin banyak pelajar mengenal, memiliki, dan memanfaatkan produk jasa keuangan formal secara bijak dan bertanggung jawab,” tambah Yusri.

Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, S.P., mengapresiasi HIM 2026 sebagai langkah konkret dalam membekali generasi muda dengan pengetahuan dan pemahaman mengenai cara mengelola keuangan dengan baik sejak usia dini.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk membekali pelajar dengan pengetahuan yang sangat penting, yaitu bagaimana mengelola uang dengan baik sejak usia dini. Melalui Hari Indonesia Menabung, Pemerintah Kabupaten Karo bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) ingin mendorong agar semakin banyak pelajar memiliki rekening Simpanan Pelajar,” ujar Komando Tarigan.

Komando berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk memperluas kepemilikan rekening tabungan di kalangan pelajar Kabupaten Karo sekaligus membiasakan generasi muda menggunakan produk dan layanan jasa keuangan yang berizin dan diawasi OJK secara aman dan bertanggung jawab.

Dalam rangkaian kegiatan HIM 2026, para pelajar memperoleh edukasi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia sekolah, manfaat menabung, serta pengenalan produk dan layanan jasa keuangan. Materi edukasi disampaikan oleh narasumber dari OJK Provinsi Sumatera Utara dan PT Bank Sumut yang mencakup perencanaan keuangan sederhana, pentingnya membangun kebiasaan menabung, serta pemanfaatan layanan perbankan secara aman dan bertanggung jawab.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan pembukaan rekening secara simbolis kepada 10 pelajar sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperluas akses generasi muda terhadap produk dan layanan jasa keuangan formal.
Melalui pelaksanaan HIM 2026, OJK Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Kabupaten Karo dan TPAKD Kabupaten Karo erus mendorong peningkatan akses keuangan bagi pelajar melalui kepemilikan dan pemanfaatan produk jasa keuangan formal, termasuk SimPel.

Penguatan budaya menabung sejak usia sekolah diharapkan tidak hanya memperluas akses pelajar terhadap layanan keuangan formal, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang sehat dan bertanggung jawab. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang semakin cerdas secara finansial sekaligus memperkuat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (r/red)