Nasib Petualangan Residivis Berakhir di Jalan Ular Besi

140

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Seorang pria diduga dalam kondisi mabuk, ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan akibat tertabrak kereta api(Ular besi) di lingkungan II, Kelurahan Simpang tiga Perbaungan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai,(Sergai) Sumatera Utara, Kamis (29/7/2021) sekira pukul 06.00.

Informasi yang diperoleh wartawan, korban tewas diketahui bernama Febri Alsyah (33) warga perumnas Melati Blok A No.68 Desa Melati II, Kecamatan Perbaungan, Sergai.

Korban kali pertama ditemukan warga sekitar, Ahyat (35) warga Jalan Deli Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Sergai. Saat itu dirinya sedang melintas, tanpa disadari dia melihat ada seorang pria tergeletak di tengah rel kereta api.

Selanjutnya, saksi mendatangi ke lokasi, setelah dilihat korban sudah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan bagian tangan dan kaki terputus diduga terlindas kereta api.

Atas peristiwa tersebut, Ahyat langsung memanggil kepling setempat, Muja (35) dan berkordinasi Security PT KAI Perbaungan, Togi Pradana (23) dan selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Perbaungan.

Menurut keterangan warga sekitar, dugaan korban tewas akibat dalam kondisi mabuk, sehingga tertidur di badan jalan rel kereta api.

“Selain itu, korban juga merupakan seorang residivis dan berungkali masuk penjara dalam kasus pencurian,” ungkap warga sekitar yang mengenal jenazah korban.

Kapolres Sergai, AKBP R.Simatupang melalui Kapolsek Perbaungan AKP V Simanjuntak, Kamis (29/7/2021) malam kepada awak media membenarkan seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api.

“Kejadian tersebut atas informasi dari masyarakat Jalan Deli Gang Kereta Api lingkungan II, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, tentang adanya seorang pria ditemukan meninggal dunia akibat tertabrak kereta api,” ucap Kapolsek Perbaungan AKP V Simanjuntak.

Atas informasi tersebut, Kanit Reskrim Ipda Zulfan Ahmadi bersama tim opsnal langsung mendatangi TKP dan menemukan korban sudah meninggal dunia dalam keadaan tergeletak di badan rel Kereta Api dengan kondisi tubuh bagian tangan yang sudah putus, kaki putus serta kepala hancur.

Tim opsnal dibantu personel Satlantas Polres Sergai langsung mengamankan TKP sembari mengumpulkan barang bukti dan saksi-saksi.

Kemudian Kanit Reskrim beserta Team Opsnal menghubungi pihak keluarga korban dan Inafis Sat Reskrim Polres Sergai serta membawa mayat tersebut ke rumah sakit Sultan Sulaiman di Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai untuk dilakukan visum.

Namun, sambung Kapolsek, pihak keluarga korban dalam hal ini ibu kandung korban, Mariatun memohon kepada pihak kepolisian untuk tidak dilakukan otopsi terhadap korban, kemudian membuat peryataan menerima kematian korban murni kecelakaan.

Hasil olah TKP, petugas mengamankan barang bukti baju kaos dan celana milik korban.

“Saat ini korban sudah dibawa pihak keluarga untuk segera dikebumikan,” pungkas Kapolsek Perbaungan. (AfGans)