SAMOSIR (Sumut) Ketikberita.com | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Samosir yang sekaligus meninjau langsung lokasi calon penerima program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) juga penataan kawasan kumuh di Kecamatan Simanindo.
Kunjungan ini membawa kabar baik bagi masyarakat Samosir juga sebanyak 556 unit rumah akan mendapat program bedah dari BSPS pada tahun anggaran 2026.
“Untuk Samosir, bedah rumah 556 unit untuk tahun 2026. Ini kenaikan besar. Tahun ini anggaran ditingkatkan oleh Presiden, jadi harus dicek benar masyarakat yang berhak menerimanya,” ungkap Maruarar.
Selain itu Pemkab Samosir juga memperoleh program penanganan kawasan kumuh seluas 41,80 hektare yang tersebar di dua wilayah, yakni Desa Tomok seluas 29,86 hektare yang mencakup 12 perkampungan, serta Desa Tomok Parsaoran seluas 11,94 hektare yang mencakup 13 sebagai perkampungan.
Dari total 556 unit BSPS, sebanyak 56 unit di antaranya dialokasikan khusus untuk renovasi rumah adat Batak, sesuai usulan Bupati Samosir.
“Negara hadir untuk memberi rumah yang layak huni bagi masyarakat . Apalagi Samosir ini daerah pariwisata, rumah adat harus dijaga. Bisa juga dengan gentengnisasi untuk atap agar tidak terlalu panas,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas perhatian Menteri PKP ke Samosir.
“Kehadiran Menteri PKP membawa dampak nyata bagi masyarakat Samosir, khususnya pemenuhan rumah layak huni serta penataan kawasan permukiman. Ini sangat kami butuhkan,” tuturnya, Kamis (26/3/2026)
Ia menegaskan, Pemkab Samosir siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut agar berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menyukseskan seluruh program ini dengan memastikan data penerima akurat, pelaksanaan tepat waktu, serta hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. Kami juga berharap program ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat sektor pariwisata Samosir,” sebutnya. (IHS/31)








