Menjawab Tantangan Akses Kredit dan Mengkatalisasi Pertumbuhan E-commerce, Paylater Jadi Metode Pembayaran Populer

219

JAKARTA ketikberita.com | Indonesia merupakan salah satu negara dengan perkembangan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dimana e-commerce menjadi industri utama yang mendorong pertumbuhannya. Laporan SEA e-Conomy tahun ini yang disusun oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menunjukkan pertumbuhan yang kuat di semua sektor ekonomi digital Indonesia, dengan pertumbuhan GMV sebesar 49% di tahun 2021 di banding tahun 2020, dengan pendorong utama yaitu pertumbuhan ecommerce (52% YoY).

Namun, pertumbuhan ini pada awalnya tidak diiringi dengan perkembangan ekosistem pembayaran yang mumpuni, terutama dalam sisi pembiayaan konsumen dimana penetrasi kartu kredit hanya sebesar 3.5%. Oleh sebab itu, fintech seperti Paylater mengisi kesenjangan yang ada, lalu secara cepat menjadi salah satu metode pembayaran yang paling banyak digunakan konsumen saat ini.

“Hadirnya Paylater memberikan keuntungan baik untuk masyarakat dan juga pelaku e-commerce. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan mereka secara cepat, mudah, dan aman tanpa harus mengkhawatirkan cashflow mereka.

Di sisi lain, paylater juga menguntungkan untuk e-commerce atau merchant karena dapat membantu mereka meningkatkan nilai rata-rata serta frekuensi pembelanjaan dengan menawarkan keleluasaan bagi pelanggan untuk membayar nanti secara berkala. Paylater telah terbukti menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan industri e-commerce yang paling signifikan, bukan hanya di Indonesia tapi juga di ranah global,” ujar VP Marketing and Communications Kredivo, Indina Andamari, Kamis (2/12/2021).

Rata-rata konsumen berbelanja sebanyak 25x dalam setahun dengan nilai rata-rata pembelanjaan hingga 30% lebih tinggi menggunakan Kredivo, angka yang jauh melampaui pemain global lainnya.

Paylater semakin populer beberapa tahun terakhir terutama di masa pandemi, dimana pola transaksi makin bergeser ke digital dan masyarakat juga membutuhkan kredit untuk dapat mengatur keuangannya di masa yang tidak menentu.

Menurut 2021 Indonesian e-Commerce Consumer Behavior Report yang diinisiasi oleh Kredivo dan Katadata Insight Center, metode pembayaran Paylater digunakan oleh 27% responden untuk berbelanja di e-commerce paling tidak satu kali dalam satu tahun terakhir.

Persentase pemakaiannya terus meningkat dan bahkan angka pertumbuhannya berada di atas kartu kredit juga kartu debit. Kredivo sendiri kini memiliki lebih dari 4 juta pengguna atau mencapai lebih dari 50% dari basis pengguna kartu kredit di Indonesia, menjadi pemimpin industri Buy Now Pay Later (BNPL) dengan wallet share setidaknya 50% di mayoritas merchant e-commerce di Indonesia.

“Untuk dapat terus mendorong pertumbuhan ini serta menciptakan ekosistem yang sehat tentunya diperlukan sinergi dari berbagai pihak seperti pelaku usaha, regulator serta asosiasi. Bulan Fintech Nasional dan Indonesia Fintech Summit menjadi wadah yang tepat untuk bisa saling bertukar pandangan serta menginisiasi kolaborasi antar lini dalam ekosistem digital.

Melalui kesempatan ini juga, kami mencoba untuk memberikan sosialisasi dan literasi yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai Paylater beserta manfaat dan risikonya,” tutup Indina. (r/red)