LSM Geram : Antara Pre Cast dan Jalan Beton, Kami Akan Layangkan Surat

239

SERANG (Banten) ketikberita.com | Kegiatan pekerjaan jalan beton di Totogan Lempuyang, Desa Lempuyang, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, menuai banyak pertanyaan dari lembaga dan awak media.

Pekerjaan yang sudah berjalan sekitar satu bulan ini,sejak dari pengerasan lahan sampai gelar beton tak luput dari pantauan lembaga dan media,pasalnya karena PIP yang di pasang dekat dengan lokasi pekerjaan tidak dapat menjelaskan kegiatan yang sedang berlangsung.

Terpasang Papan Informasi Pekerjaan (PIP) di jalan raya Tanara, dengan nama pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi DI Ciujung (Paket II), paket pekerjaan dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) tahun 2020 – 2021, dengan masa pelaksanaan sampai 29 Oktober 2021, nilai pekerjaan Rp.43,8 miliar ,dikerjakan oleh PT Permata Maju Jaya dengan konsultan supervisi PT Hegar Daya.

Di lokasi pekerjaan,Senin 08/11/2021, awak media bincang-bincang dengan Mandor,
begini penjelasannya,”Volume pekerjaan, panjang 1700 meter, lebar 3 meter dan ketinggian/tebalnya 20 senti meter, titik nol dari Totogan sampai sebelum Lempuyang, separuh pakai wire mesh ukuran 10 mm full, separuhnya tidak, untuk kualitas beton K225 dari Dwi beton”.

“Tapi nyatanya lebarnya ada yang 3,2 meter karena bagistingnya geser, ketebalan jalan juga ada yang 24 senti karena amblas saat mobil molen masuk,apalagi ini musim penghujan, tanahnya labil,”Jelas Mandor.

“Tanah disini bawahnya lumpur, kekuatannya untuk 6 ton, di lalui mobil molen, wajar kalau ada penurunan permukaan tanah juga, apalagi kondisi hujan, “Mandor menambahkan.

Disinggung soal berapa nilai anggaran dan dari mana sumbernya, Mandor tidak dapat menjelaskan.

“Saya gak tahu anggarannya dari mana,yang saya tahu ini kegiatan peralihan dari Bogeg (red-Kota Serang),karena disana (Bogeg) harus ada konpensasi untuk bangunan yang di bongkar, makanya dialihkan ke sini, “Jawabnya.

LSM Geram Banten Indonesia DPC Kabupaten Serang, melalui Sekretarisnya, Sofwan memiliki catatan sendiri,berdasarkan hasil monitoring dan investigasi pekerjaan.

Pria yang akrab di sapa Opan ini mengatakan,”Berdasarkan hasil pantauan dilapangan,sejak awal proses pemadatannya kurang maksimal, penggunaan woles yang super mini (hand woles) menurut saya tidak akan mampu memberikan tekanan beban ke material bebatuan, permukaan tampak rata tapi apakah pada lapisan bawahnya sudah benar-benar padat, layak untuk digelarnya beton?”.

Kemudian, sambung Opan, “Ada dugaan agregat ditambahkan sesaat sebelum gelar beton,kentara sekali dari posisi agregat yang menumpuk, ketinggian permukaan lahan yang kurang dari 20 senti meter kita temukan, buktinya ada”.

“Pelaksana tidak akan bisa mengelak, kami punya beberapa foto hasil ukur, “Ungkapnya.

“PIP yang terpasang dengan jenis pekerjaan ini (jalan beton) belum dapat saya pahami, yang saya tahu PT. Permata Maju Jaya mengerjakan pemasangan pre cast, dan tenggat waktunya juga sudah berakhir (red-29 Okt 2021),”Tambah Pria kelahiran Tirtayasa ini.

Secara kelembagaan, LSM Geram akan berkirim surat kepada dinas terkait, termasuk Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dirjen Sumber Daya Air.

“Jika benar pelaksananya satu perusahaan, yaitu PT. Permata, maka yang kami soal nanti bukan hanya soal jalan ini saja, termasuk kualitas pre cast,dan pemasangan pre castnya yang diduga asal pasang,”Pungkasnya.

Sampai berita ini tayang, kegiatan pengecoran jalan Totogan Lempuyang masih terus berlangsung. (Ohn/Rntk)