ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Suka Damai, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, berlangsung semarak. Bukan hanya menghadirkan perlombaan rakyat, momentum kemerdekaan tahun ini juga memperlihatkan kuatnya peran pemuda dalam menggerakkan kebersamaan masyarakat.
Kemeriahan berlangsung di Lapangan Bola Kaki Tgk. H. Adnan Beuransyah, Dusun Tran Nelayan, Senin (17/8/2026). Sejak pagi, warga dari berbagai usia berdatangan dan memenuhi lokasi kegiatan.
Pemerintah Desa Suka Damai memberikan kepercayaan kepada Karang Taruna dan pemuda setempat untuk menjadi penggerak sekaligus penyelenggara kegiatan. Junaidi bersama jajaran panitia dipercaya mengoordinasikan seluruh rangkaian acara.
Keputusan tersebut menjadi bagian penting dari perayaan tahun ini. Generasi muda tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi diberi ruang untuk mengambil tanggung jawab, mengatur kegiatan, membangun komunikasi dengan masyarakat, sekaligus memastikan seluruh acara berjalan tertib.
Sejumlah perlombaan digelar untuk menghibur masyarakat, di antaranya jalan sehat, tarik tambang, serta lomba membawa kelereng menggunakan sendok. Perlombaan tersebut diikuti berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak sekolah dasar dan orang dewasa.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sorak-sorai peserta dan dukungan warga membuat suasana lapangan semakin hidup.
Yang menarik, kemeriahan tidak hanya datang dari kalangan anak-anak dan pemuda. Para ibu turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sehingga perayaan kemerdekaan terasa sebagai pesta bersama seluruh warga desa.
Kepala Desa Suka Damai, Ali Hasmi, mengapresiasi kerja keras panitia serta partisipasi masyarakat yang menurutnya menjadi kunci keberhasilan kegiatan.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemuda-pemudi yang telah menyukseskan acara tersebut. Begitu pula kepada para emak-emak yang telah turut ambil bagian. Tanpa dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat, acara hari ini tidak akan memiliki makna,” ujar Ali Hasmi.
Ia mengatakan, perayaan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada seremoni. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan gambaran nyata bagaimana persatuan dan gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat desa.
Bagi Pemerintah Desa Suka Damai, keterlibatan pemuda juga menjadi investasi sosial untuk menyiapkan generasi yang mampu mengambil peran dalam pembangunan desa.
Sementara itu, Cut Kanaya Iskandar selaku perwakilan ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa yang telah memberikan kepercayaan kepada pemuda untuk mengelola kegiatan tersebut.
“Kami jajaran panitia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa yang telah mempercayakan kepada kami sebagai penyelenggara peringatan HUT RI ke-81 ini. Ini adalah bentuk kepercayaan yang kami jaga dengan penuh tanggung jawab,” kata Kanaya.
Ia berharap kepercayaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi pemuda Desa Suka Damai untuk terus terlibat dalam kegiatan sosial dan pembangunan di lingkungan mereka.
“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Mari kita terus bahu-membahu untuk kesuksesan acara-acara tingkat desa kita di masa depan,” ujarnya.
Perayaan HUT RI ke-81 di Desa Suka Damai pun meninggalkan lebih dari sekadar kemeriahan. Di balik perlombaan dan hiburan rakyat, tumbuh pesan tentang pentingnya memberikan ruang kepada generasi muda dan menjaga persatuan antarwarga.
Dari lapangan desa itulah semangat kemerdekaan kembali menemukan maknanya: ketika pemuda diberi kepercayaan, warga bergerak bersama, dan gotong royong menjadi kekuatan untuk membangun desa. (R84)






