Fraksi PDI-P DPRD Sumut Angkat Bicara Terkait Pidato Romo di Pasar Lelo Marah-Marah

151

SERGAI (Sumut) ketikberita.com | Beredarnya video terkait pernyataan Romo H.R. Muhammad Syafii di halaman Facebook Riski center pada tanggal 15 Maret 2022 lalu saat melakukan reses DPR RI ke pasar Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (13/3/2022) lalu.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara, Delpin Barus mengecam keras pernyataan tersebut. Dia menilai Romo tidak memahami alur kebijakan publik, bahkan tidak paham sama sekali soal Pancasila,

“Beliau itu wakil Rakyat, harusnya berbicara memakai etika dan tidak asal, mentang-mentang megang Mic terus cakap gak karuan hanya berharap tepuk tangan” Ujar dalam keterangan pers, Minggu (20/3/2022).

Ketua Komisi D DPRD Provinsi Sumatera Utara tersebut menuding Romo Syafii telah membuat kegaduhan di Kabupaten Serdang Bedagai. Pasalnya, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra ini telah melontarkan perkataan yang mendeskredit kan instansi Resmi Pemerintah,

“Dia tahu enggak, kalau Sat PP itu instansi pemerintah yang keberadaannya di atur dalam Undang-undang, dan Bupati tidak asal membentuk, sedangkan dalam menjalankan tugas Bupati dan Satpol PP tentu telah mempertimbangkan azas manfaat bagi masyarakat banyak, bukan sekedar menyenangkan segelintir orang” ungkap Delpin.

Menurut Delpin, selama menjadi Anggota DPR RI dari Dapil Sumut 1, Romo tidak pernah memberi kan kontribusi terhadap pembangunan di Serdang Bedagai, dana aspirasinya pun nol rupiah dan saat banjir yang bersangkutan entah dimana, gak datang dia beri bantuan kepada pemilihnya, sehingga tak layak mengkritik Pemkab Serdang Bedagai, terlebih lagi Gerindra merupakan partai pengusung jargon DAMBAAN saat Pilkada lalu.

“Selayaknya kita harus memakai kaca mata kuda balap, melihat lurus ke depan untuk pembangunan dengan kecepatan tinggi, bukan dengan kaca mata kuda sado dan bingung kanan kiri dengan laju yang lambat,” ungkap dia.

Delpin minta Romo kursus Ilmu Pemerintahan dan Ilmu kebijakan Publik jadi tidak asal cakap, jangan hanya marah-marah dan memprovokasi rakyat

“Kalau butuh guru kita siapkan buat Romo, bahkan kalau beliau mau kursus Pancasila kita siap, biar beliau tahu bahwa Pancasila sebagai Dasar Negara tidak diciptakan untuk segelintir orang melainkan untuk seluruh tumpah darah Indonesia” bilangnya.

Masih kata Delpin, seharusnya Romo ketika berbicara di depan masyarakat jangan melakukan Pembodohan. Masyarakat harus dcerdaskan melalui edukasi-edukasi politik yang cerdas dan membangun, bukan malah membuat masyarakat bodoh.

“Kalau begini kapan Negara kita mau maju, dan tolong Romo kalau cakap jangan menafsirkan Pancasila sesuai dengan kepentingan politik pribadi melainkan harus menafsirkan Pancasila sesuai dengan kepentingan seluruh tumpah dan darah rakyat Indonesia,” pungkas Delpin Bsrus. (AfGans)