ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Kabupaten Aceh Singkil tidak hanya menjadi agenda seremonial keagamaan, tetapi juga dijadikan momentum memperkuat komitmen membangun daerah melalui semangat hijrah. Hal itu disampaikan Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., saat menghadiri peringatan 1 Muharram 1448 H di Masjid Nurul Makmur, Rabu (15/7/2026).
Acara tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU), perwakilan DPRK, Polres Aceh Singkil, Kodim 0109/Aceh Singkil, Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri Singkil, Mahkamah Syar’iyah, Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Aceh Singkil, para kepala perangkat daerah, pimpinan instansi vertikal, camat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam sambutannya, Safriadi Oyon menegaskan bahwa makna hijrah tidak cukup dipahami sebagai perpindahan waktu dalam kalender Islam. Lebih dari itu, hijrah merupakan ajakan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, baik dalam aspek keimanan, akhlak, maupun tanggung jawab sosial.
Menurutnya, semangat hijrah harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus berbenah, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Tahun Baru Islam adalah momentum hijrah; hijrah dari kelalaian menuju ketaatan, dari perpecahan menuju persatuan, dari pesimisme menuju harapan, dan dari kelemahan menuju semangat menjadi pribadi, keluarga, serta masyarakat yang lebih baik,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan pesan Allah SWT dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11 bahwa perubahan hanya akan terwujud apabila dimulai dari diri sendiri. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat kebersamaan, kerja keras, dan keikhlasan sebagai modal utama untuk mendorong kemajuan Aceh Singkil.
“Mari kita songsong tahun baru Hijriah ini dengan mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga kerukunan, memperkuat kepedulian sosial, serta bergandengan tangan membangun Aceh Singkil yang semakin maju, sejahtera, aman, dan diberkahi Allah SWT,” katanya.
Bupati juga mengajak masyarakat menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, membina generasi muda yang berkarakter, serta memperluas budaya saling membantu di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari kualitas moral dan kepedulian sosial masyarakatnya.
Ia kemudian mengutip hadis Rasulullah SAW, “Khoirunnas anfa’uhum linnas” yang bermakna “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberikan manfaat bagi orang lain.” Pesan tersebut, katanya, menjadi pedoman agar setiap individu mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, daerah, dan bangsa.
Suasana peringatan Tahun Baru Islam berlangsung penuh kekhusyukan. Kegiatan ditutup dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz H. Riza Nazlianto, Lc., M.A., yang mengajak jamaah menjadikan hijrah sebagai jalan memperkuat ketakwaan, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama sebagai bekal membangun masyarakat yang religius, harmonis, dan berkemajuan. (R84)





