ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Langkah kaki tak sekadar perjalanan, melainkan ikhtiar panjang demi membuka keterisolasian. Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, bersama Kepala Dinas Perhubungan Syam’un Nst, S.ST., M.Pi, menapakkan harapan masyarakat hingga ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Kunjungan kerja ini bukan sekadar formalitas. Di ruang-ruang rapat bersama jajaran Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, serta perwakilan perhubungan udara, laut, dan darat, tersimpan harapan ribuan warga yang mendambakan akses yang lebih mudah, cepat, dan aman.
Dengan suara penuh keyakinan, Bupati menyampaikan kebutuhan mendesak daerahnya. Salah satunya adalah perpanjangan landasan Bandara Syekh Hamzah Fansuri agar pesawat jenis ATR dan Wings Air dapat mendarat. Bagi masyarakat, ini bukan hanya soal pesawat, tetapi tentang membuka pintu dunia yang selama ini terasa jauh. Rute baru Singkil–Banda Aceh pun diusulkan, sebagai jembatan penghubung harapan dan peluang.
Di darat, perhatian diberikan kepada para pelajar yang harus berjuang menempuh jarak. Pengadaan bus sekolah diharapkan menjadi jawaban atas keterbatasan yang selama ini mereka hadapi—agar pendidikan tidak lagi terhalang oleh akses.
Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Pulau Banyak, geliat kehidupan masyarakat sangat bergantung pada transportasi laut. Perbaikan pelabuhan ferry, pembangunan fasilitas baru, hingga rencana pelabuhan di Pulau Banyak Barat menjadi bagian dari upaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi setiap perjalanan.
Tak luput, Desa Serasa yang masih bergantung pada penyeberangan sederhana turut menjadi perhatian. Usulan pengadaan rakit penyeberangan menjadi simbol kepedulian—bahwa setiap warga, di mana pun berada, berhak atas kemudahan akses yang layak.
Bupati Safriadi Oyon menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Ini bukan sekadar pembangunan, tetapi tentang menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat Aceh Singkil,” ungkapnya penuh harap.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang menghadirkan harapan, menghubungkan mimpi, dan memastikan tak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam perjalanan menuju masa depan. (R84)








