ACEH SINGKIL (Aceh) ketikberita.com | Dua kuliner tradisional kebanggaan masyarakat Aceh Singkil, nditak matah dan ndelabakh manuk, berhasil terpilih sebagai menu yang akan mewakili Provinsi Aceh pada ajang penilaian kuliner tingkat nasional. Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam memperkenalkan kekayaan kuliner lokal sebagai bagian dari warisan budaya Indonesia.
Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Aceh Singkil, Zakirun Pohan, mengungkapkan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan dan pendampingan yang dilakukan MAA Aceh Singkil bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh Singkil.
“Alhamdulillah, berkat izin Allah SWT serta dukungan dan pembinaan yang diberikan MAA Aceh Singkil, menu nditak matah dan ndelabakh manuk dipercaya menjadi wakil Provinsi Aceh dalam penilaian yang diselenggarakan BPS RI,” ujar Zakirun, Selasa (4/8/2026).
Ia menjelaskan, kedua kuliner tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan pelestarian budaya, salah satunya demonstrasi memasak yang digelar MAA Aceh Singkil bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan BPS Kabupaten Aceh Singkil pada pertengahan Juli 2026.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya menyaksikan proses pengolahan makanan, tetapi juga dikenalkan pada sejarah, filosofi, serta nilai budaya yang melekat pada nditak matah dan ndelabakh manuk sebagai kuliner warisan leluhur Aceh Singkil.
Menurut Zakirun, keunikan kedua hidangan tersebut bukan hanya terletak pada cita rasanya yang khas, tetapi juga pada nilai tradisi yang terus dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Secara adat, nditak matah dan ndelabakh manuk kerap disajikan dalam prosesi peletakan tiang pertama pembangunan rumah. Selain itu, masyarakat setempat juga meyakini hidangan tersebut memiliki manfaat untuk membantu memperlancar produksi ASI bagi ibu yang baru melahirkan.
Sebagai bentuk perlindungan terhadap warisan budaya daerah, kedua kuliner khas tersebut juga telah didaftarkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Kabupaten Aceh Singkil.
Zakirun berharap, terpilihnya nditak matah dan ndelabakh manuk sebagai wakil Aceh di tingkat nasional menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan kuliner tradisional Aceh Singkil sekaligus memperkuat upaya pelestarian budaya daerah di tingkat nasional. (R84)






