Wali Murid Bilang Dipotong, Oknum Kasek Bilangnya Dikasih

986

SERANG (Banten) ketikberita.com| Program Indonesia Pintar (PIP) melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah program pemerintah yang sedang di galakan untuk turut mencerdaskan anak bangsa dan membantu menuntaskan kemiskinan.

Program yang bagus dari pemerintah pusat, tidak serta merta berjalan dengan mulus pada pelaksanaan ditingkat bawah.

Kasus pemotongan dana yang diduga dilakukan oleh oknum kepala sekolah kerap terjadi, seperti halnya yang menimpa salah satu murid penerima PIP di SD Negeri Sindang Sari 2, kecamatan Pabuaran kabupaten Serang,provinsi Banten, sebagaimana yang diungkapkan orang tuanya dihadapan awak media, Rabu (09/02/2022).

“Benar,anak saya dapat bantuan dari sekolahan sebesar 450 ribu, tapi yang saya terima 400 ribu,karena dipotong 50 ribu oleh pihak sekolah,”Jelasnya singkat.

Ditemui di ruang kerjanya, Wiyono Kepala Sekolah SD Negeri Sindang Sari 2 membantah soal dugaan potongan dana PIP di lembaga pendidikan yang dipimpinnya,dia berdalih hanya dikasih seikhlasnya.

“Gak ada yang memotong dana program indonesia pintar pak,saya mah di kasih sama ibu-ibu seiklasnya pak,”Ucapnya.

Dan saat di tanya awak media terkait pungutan dana untuk pembangunan pagar sekolahan tahun 2019 sebesar 150 ribu persiswa ,diapun menyatakan itu udah kesepakatan antara wali murid dan pihak sekolah.

“Kami (red-sekolah dan wali murid) sudah sepakat 150 ribu per siswa untuk bangun pagar sekolahan,”Jelasnya.

Sayangnya ketika diminta menunjukkan surat pernyataan atau persetujuan musyawarah antara wali murid dengan pihak sekolah, Wiyono tidak bisa menunjukkan.

Kabid pendidikan sekolah dasar,Ma’ruf saat di konfimasi melalui pesan whatsApp, menjawab dirinya sedang rapat.

“Sedang rapat heula,’Jawabnya singkat. (Tisna)