Tindaklanjuti Instruksi Presiden, Bobby Nasution Gelar Rapat Tekan Inflasi Medan Di Bawah 5%

43

MEDAN ketikberita.com | Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan di Balai Kota, Kamis (18/8). Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo yang meminta kepala daerah untuk melakukan berbagai upaya agar mampu mengendalikan inflasi di bawah 5%.

Dalam rapat yang didampingi Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara Ibrahim dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Medan Enny Nuryani Nasution, Bobby membahas apa saja penyebab terjadinya inflasi di Kota Medan. Selanjutnya, membahas upaya yang dilakukan guna menekan inflasi tersebut.

Di hadapan Kepala Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I Medan Ridho Pamungkas, Pimpinan Perum Bulog Cabang Medan R Darma Wijaya, mewakili Satgas Pangan Kota Medan, mewakili Polrestabes Belawan serta pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan, Bobby selanjutnya menyampaikan empat poin arahan Presiden dalam mempertegas komitmen daerah guna menjaga stabilitas harga dengan mewujudkan strategi 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi efektif).

Terkait itu, Bobby Nasution meminta kepada BPS Medan dan Perwakilan Bank Indonesia Sumut untuk memberikan data tersebut di tingkat Kota Medan. Selama ini data yang diberikan, ungkapnya, hanya tingkat provinsi dan nasional saja, belum pernah ditunjukkan data di tingkat Kota Medan.

“Kita juga harus fokus pada empat poin tersebut. Mana-mana saja yang mengalami kenaikan dan bahan pangan yang fluktuatif tinggi ke belakang ini. Apakah masalah yang terjadi adalah ketersediaan, distribusi, atau biayanya. Dengan demikian Pemko Medan nantinya bisa membantu membuat program atau kebijakan sebagai upaya mengatasinya,” kata Bobby.

Kemudian, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu ini meminta agar seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan berperan aktif membantu menekan inflasi tersebut. Apalagi jika ingin melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD), harus betul-betul diperhatikan baik dari sisi kerjasamanya maupun hasilnya. “Jika sebelum dan sesudah kerjasama ini dilakukan, harga bahan pangan tersebut sama saja, maka terkesan sia-sia,” ujarnya mengingatkan.

Di samping itu, orang nomor satu di Pemko Medan ini meminta agar peran Pemko Medan melalui PUD Pasar Kota Medan agar dapat melakukan kerjasama dengan pedagang yang ada di pasar dalam Kota Medan maupun luar ibukota Provinsi Sumatera Utara. Langkah ini, imbuhnya, diharapkan dapat membantu menstabilkan harga bahan pangan di Kota Medan.

Selanjutnya, Bobby juga minta agar program Urban Farming yang telah dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dapat terus digalakkan. “Jangan hanya kegiatan seremonial saja, tetapi dapat memberikan dampak baik secara ekonomi memenuhi kecukupan pangan secara mandiri. Misalnya dulu per rumah tangga membeli satu kilogram cabai, sekarang hanya 600 gram saja. Buat capaiannya agar jelas dan indikator keberhasilan dari kegiatan tersebut,” pesannya. (er)