Tangan Dingin Bobby Nasution Mampu Bawa PUD Pasar Memperbaiki Diri

121

MEDAN ketikberita.com | Di bawah tangan dingin Wali Kota Medan Bobby Nasution, Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan mulai menunjukkan performa kerjanya yang membaik. Hal ini ditandai dengan semakin meningkatnya penghasilan PUD Pasar Kota Medan sebanyak 10 kali lipat menjadi sekitar Rp. 4 milyar.

Padahal sebelumnya, PUD Pasar sebelum dilakukan pergantian jajaran direksi hanya memiliki saldo sekitar Rp. 400 jutaan. Bahkan, kini PUD Pasar telah mampu membayarkan tunjangan hari raya (THR) karyawan yang sempat tertunda sejak tahun 2020, Jumat (3/12) lalu.

Peningkatan penghasilan ini juga sejalan dengan arahan Bobby Nasution saat melantik jajaran direksi PUD Kota Medan pada September lalu. Dalam arahannya, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut minta agar para direksi, termasuk PUD Pasar Kota Medan dapat menjalankan tugas dengan sungguh-sungguh. Terlebih, PUD tersebut akan bersinggungan langsung dengan masyarakat sehingga hrus terus memperbaiki diri.

“Direksi yang dilantik harus menjaga kepercayaan yang telah diberikan dengan membuktikan hasil kinerja di lapangan. Selain itu dalam menjalankan tugas, harus bersungguh-sungguh dan bekerja dengan sebaik-baiknya . Di samping itu kreatifitas dan inovasi adalah kunci dalam mengembangkan perusahaan agar menghasilkan profit dan menambah pendapatan pembangunan di Kota Medan,” kata Bobby Nasution beberapa waktu lalu.

Selain itu, suami Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu itu juga menekankan agar direksi yang baru harus mampu bersaing dan memiliki ide-ide cemerlang agar pendanaan tidak bertumpu pada pemerintah. Bahkan jika bisa, Bobby Nasution minta direksi mampu membawa pemodal ke perusahaannya.

“Seluruh direksi harus bisa bersaing dan memiliki ide-ide yang baik sehingga pendanaan tidak hanya mengharapkan dari suntikan pemerintah daerah. Artinya, bisa dari investor maupun hasil kerja sama yang dilakukan. Untuk itu, hal-hal tersebut harus bisa dimiliki oleh direksi. Jangan hanya berharap dari uang daerah tapi bagaimana nilai usahanya itu bisa lebih tinggi sehingga dapat mendatangkan pemodal dari luar daerah,” pesannya.

Peningkatan penghasilan PUD Pasar Kota Medan di bawah kepemimpinan Bobby Nasution mendapat respon positif dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) Wahyu Ario Pratomo. Dikatakannya, PU Pasar merupakan salah satu BUMD yang dapat memberikan kontribusi bagi PAD.

“Dengan pengelolaan pasar yang professional, dapat dipastikan PUD Pasar dapat memperoleh pendapatan yang cukup besar. Apalagi sektor perdagangan merupakan sektor tertinggi dalam memberikan kontribusi bagi perekonomian Kota Medan,” ungkap Wahyu.

Apalagi, lanjut Wahyu, dalam pemgembangan pasar tentunya diperlukan pemimpin yang mengerti betul terkait pasar. Oleh karenanya, Dirut PUD Pasar harus terus membenahi pasar menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk berbelanja, sehingga kios yang disewa pedagang akan semakin bertambah. Dengan ramainya pasar akan memberikan kontribusi bagi pendapatan PUD Pasar tersebut.

“Keuntungan PUD Pasar sebaiknya digunakan untuk melakukan revitalisasi pasar agar pasar di Kota Medan menjadi pasar yang memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pembeli. Kebersihan pasar paling utama dilakukan. Penyediaan tempat sampah yang cukup, serta gerakan cinta kebersihan bagi pedagang dan pembeli di pasar perlu didorong agar pasar menjadi bersih dan indah,” harapnya. (er)